Florian Steinberg
Institute for Housing and Urban Development Studies, Rotterdam

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peranan LSM dan LK Dalam Sektor Habitat di Negara Berkembang Rovert van der Hoff; Florian Steinberg
Journal of Regional and City Planning Vol. 4 No. 9b (1993): Edisi Khusus Juli
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dasarwarsa terakhir ini, banyak kota besar di negara-negara berkembang menghadapi masalah kekurangan yang serius di bidang penyediaan perumaha dan prasarana oleh pemerintah. Sebagai reaksi terhadap masalah ini, lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan lembaga-lembaga kemasyarakatan (LK) telah muncul sebagai mitra aktif untuk mengembangkan inisiatif masyarakat setempat dalam pengadaan perumahan dan prasarananya. Beberapa tahun terakhir ini telah banyak di kenal proyek"”proyek partisipasi masyarakat dan gotong-royong yang inovatif.Di banyak negara berkembang, masyarakat miskin bertanggung jawab atas perencanaan dan pembangunan perumahan dan lingkungan mereka sendiri. Ini tidak hanya terjadi di pedesaan, tetapi juga di kota-kota besar yang sedang tumbuh dengan pesat. Dalam hal ini peran LSM adalah sebagai pendorong usaha swadaya masyarakat dalam pengadaan perumahan dan prasarana. LSM juga dapat berperan mendukung kegiatan masingnmasing rumah tangga atau kegiatan masing-masing rumah tangga atau kegiatan lembaga-lembaga kemasyarakatan (LK), dan dapat berperan sebagai pemrakarsa, pendukung atau fasilitator, atau sebagai pengelola proyek atau program.Peran mereka sebagai penengah sering menghasilkan koalisi antara badan-badan pemerintah, kelompok masyarakat dan sektor swasta/usaha. Tetapi tidak semua pemerintah mengakui hak-hak warganegaranya untuk mempersatukan diri dalam lembaga-lembaga kemasyarakatan agar dapat mengatur sendiri atau dengan bantuan LSM-- hal-hal penting seperti pengkaplingan lahan bangunan, pengadaan prasarana tepat guna dan pembangunan perumahan mereka sendiri, sehingga tidak hanya menunggu uluran tangan pemerintah saja.