Murni Murni
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MANAJEMEN KONFLIK DALAM PENDIDIKAN Murni Murni
Intelektualita Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik sebenarnya sesuatu yang alamiah, yang dalam batas waktu tertentu dapat bernilai positif terhadap perkembangan sekolah, tetapi harus dikelola dengan baik dan hati-hati, sebab jika melewati batas dapat menimbulkan akibat yang fatal. Kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di sekolah harus dapat mengelola konflik dengan baik, sehingga memberikan manfaat yang positif dan terhindar dari akibat yang negatif. Dengan demikian manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Masalahnya, bagaimana kepala sekolah dapat menciptakan suasana yang harmonis, agar tidak terjadi konflik yang berdampak negatif pada tenaga kependidikan. Lebih dari itu, bagaimana kepala sekolah bersama tenaga kependidikan dapat mengendalikan konflik dan memanfaatkannya untuk kemajuan. Untuk kepentigan tersebut, kepala sekolah harus berwibawa, jujur, dan transparan. Itulah modal yang baik untuk menjalin komunikasi yang harmonis dengan para tenaga kependidikan, menciptakan rasa saling percaya, budaya malu, serta budaya kerja berbasis kreativitas dan spiritual. Dalam sebuah organisasi khususnya pendidikan konflik tidak bisa dipisahkan dan akan selalu timbul, namun konflik yang timbul harus mampu dimenej dengan baik agar terjadinya suasana sekolah yang aman, kondusif serta mampu meningkatkan pendidikan yang berkualitas tanpa mengesampingkan nilai-nilai budi pekerti yang baik.
URGENSI KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Murni Murni
Intelektualita Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen Pendidikan Islam adalah aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan, serta suatu proses kerja sama yang sistematik, dan komprehensif dalam  rangka  mewujudkan  pendidikan  Nasional.  Mutu pendidikan Islam pada dasarnya dipengaruhi oleh banyaknya tahapan-tahapan kegiatan yang saling berhubungan, seperti: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Sehingga peranan manajemen pada semua lini baik (input, proses, output, dan outcome) tersebut mutlak diperlukan. Komunikasi yang disampaikan secara komunikatif dapat mengubah sikap, perilaku, pendapat/pandangan  kehidupan sosial seseorang. Hal ini dimungkinkan karena kegiatan komunikasi bukan hanya membuat orang lain mengerti dan mengetahui informatif tetapi juga bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, ajakan, perbuatan atau kegiatan (persuasif). Makin baik komunikasi seseorang makin baik pula  kerja sama dengan orang lain. Komunikasi yang efektif menuntut rasa saling menghormati, percaya, terbuka dan tanggung jawab dengan baik.
MANAJEMEN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN Murni Murni
Intelektualita Vol 5, No 02 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan adalah aktivitas yang harus dilakukan mulai dari tenaga pendidik dan kependidikan itu masuk ke dalam organisasi pendidikan sampai akhirnya berhenti melalui proses perencanaan SDM, perekrutan, seleksi, penempatan, pemberian kempensensi, penghargaan, pendidikan dan latihan pengembangan dan pemberhentian. Manajemen tenaga kependidikan (guru dan pegawai) mutlak harus diterapkan oleh kepala sekolah agar dapat mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efesien untuk mencapai hasil yang optimal. Sesuai dengan hal ini, maka seorang kepala sekolah harus dapat mencari, memposisikan, mengevaluasi, mengarahkan, memotivasi, dan mengembangkan bakat setiap guru dan pegawainya serta mampu menyelaraskan tujuan individu dan organisasi.
KONSEP MANAJEMEN HUMAS PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Murni Murni
Intelektualita Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pembahasan mengenai humas dalam lembaga pendidikan masih belum difungsikan secara baik oleh lembaga pendidikan terutama dalam lembaga pendidikan Islam. Hal ini tidak terlepas dari kurangnya informasi dan pengetahuan yang dimiliki oleh para pengelola atau pelaksana dalam lembaga tersebut kecuali mungkin di level pendidikan Tinggi sudah ada staf atau petugas sendiri  bagian humas. Fungsi humas untuk lembaga pendidikan sangatlah penting. Karena dengan adanya humas yang baik, lembaga pendidikan dapat melanjutkan eksistensi lembaganya supaya bisa menggunakannya sebagai salah satu cara yang efektif untuk membuat lembaganya menjadi “ada” dan mempunyai citra (image) yang baik di masyarakat.  Konsep dan aplikasi humas dalam suatu lembaga pendidikan bisa dan relatif mudah untuk dilaksanakan. Yang penting dalam hal ini adalah adanya keinginan dari lembaga tersebut untuk sadar akan fungsi dan tugas kehumasan. Masalah Sumber Daya Manusia (SDM) dan peran serta masyarakat (stakeholder) untuk merealisasikan lembaga sekolah yang memiliki citra (image) yang baik disinyalir menjadi problem utama di lembaga pengertian antar kedua belah pihak dan memiliki rasa toleransi. Berdasarkan beberapa penjelasan  di atas, maka yang dimaksud dengan pengembangan lembaga pendidikan Islam adalah suatu upaya yang sistematis dalam merencana, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan lembaga pendidikan dengan segala aspeknya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien agar seluruh komponen sistem lembaga pendidikan Islam berkembang ke arah yang lebih baik, lebih besar dan lebih sempurna.
UTILIZATION OF LEARNING FACILITIES: AN EFFORT TO IMPROVE THE PERFORMANCE OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS Murni Murni
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 11, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v11i4.10490

Abstract

Education is the main factor in the formation of the whole human person. Education plays an important role in shaping the good or bad of the human person according to normative standards. Realizing this, the government is very serious in dealing with the field of education, because with a good education system it is hoped that the next generation of quality will emerge and be able to adapt to live in society, nation and state. Management is one of the most important human activities, which has the main task of designing and maintaining an environment, where people work together in groups, so as to achieve common goals. In other words, a manager has the burden of responsibility for taking actions that will enable people to make their best contribution to the group's goals. Meanwhile, Islamic culture in schools is actually a school culture built on Islamic values, or in other words, a school culture that contains Islamic values. Islamic culture in schools is actually an effort to realize Islamic values as a tradition in behavior that is followed by all school members.
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Murni Murni
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v10i3.8217

Abstract

Leadership is a series of activities to influence others in achieving certain goals. Achieving goals in an organization are very dependent on the leadership used by the leader, this shows that leadership includes at least three which are interconnected, namely the existence of followers, the existence of group situations, and members interacting with each other. The principal of madrasah is the key to the success and progress of improving the quality of madrasah. Because madrasah is an educational institution organization in which it must have a qualified leader. A quality leader will be able to bring the madrasah towards the goals it is trying to achieve and be able to overcome the various obstacles it faces. In Islamic education institutions, namely schools, the head of the madrasah will bring the madrasah to the goal of achieving the quality of the madrasah according to what has been targeted.
Konsep Ma’rifatullah Menurutal-Ghazali (Suatu Kajian Tentang Implementasi Nilai-Nilai Akhlak al-Karimah) Murni Murni
Ar-Raniry: International Journal of Islamic Studies Vol 2, No 1 (2015): Ar-Raniry: International Journal of Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.399 KB) | DOI: 10.22373/jar.v2i1.7420

Abstract

The purpose of this study is to determine: (1) knowing Allah as the primary basis noble character education, (2) the method to integrate knowing Allah in nurturing students with noble character, (3) the function of knowing Allah in the formation of noble character, (4) the goal of developing knowing Allah in the improvement of noble character. This study takes the form of literature studies (library research), The findings of the study indicate: (1) knowing Allah as the primary basis of noble character education, to know Allah is the obligation of every human being, as mentioned in al-Qur’an and al-Sunnah, because by knowing Allah then people will know themselves. According to al-Ghazali, a person would not be able to achieve a degree of knowing Allah before he knows himself. Thus, the ability of human to achieve the degree of knowing Allah depends on his ability to know himself. (2) Methods for the integration of noble character in coaching students. First, the coaching. Through the coaching of this character it can be seen how the Islamic attention to the development of the soul should take precedence over physical development, because in this good soul will be born good deeds that in the next step will facilitate to produce goodness and happiness to all human life, both physically and spiritually. Second, the habituation. Al-Ghazali explains that habituation method is performed by repeating the experience in doing something that leaves good impressions in the soul. Third, exemplary. Exemplary method proposed by al-Ghazali is a series of conformity with the concept of educational methods applied by other experts, both in the past and present, and this exemplary method is always relevant and actual to date as well as highly relevant to the method of Islamic education. (3) the function of knowing God in the formation of a noble character. As the science of the most high and noble rank in comparison with the knowledge that exist in this world, then this knowing Allah presumably can be a principal focus and commitment that must be understood and considered by every human being, the results will be delivered to the happiness of man, salvation, tranquility and peace of body and soul, as well as the delights and pleasures of worship to Allah. (4) The purpose of the increase of knowing Allah in the development of noble character is as a director that will direct the orientation of the life of a Muslim.
PERKEMBANGAN FISIK, KOGNITIF, DAN PSIKOSOSIAL PADA MASA KANAK-KANAK AWAL 2-6 TAHUN Murni Murni
Bunayya Vol 3, No 1 (2017): JANUARI 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.413 KB)

Abstract

Menurut urutan waktu, masa kanak-kanak adalah masa perkembangan dari usia 2 hingga 6 tahun. Perkembangan fisik merupakan dasar bagi kemajuan perkembangan berikutnya, dengan meningkatnya pertumbuhan tubuh baik berat badan maupun tinggi badan serta kekuatannya, memungkinkan anak untuk lebih aktif dan berkembang keterampilan fisiknya, dan juga berkembangnya eksplorasi terhadap lingkungan tanpa bantuan orang tuanya. Perkembangan kognitif, anak dalam hal ini otaknya mulai mengembangkan kemampuan untuk berfikir, belajar dan mengingat. Masa anak-anak adalah masa perkembangan dari usia 2 tahun sampai dengan usia 6 tahun, pada masa-masa ini perkembangan biologis dan fisik berjalan dengan sangat cepat dan pesat, akan tetapi secara sosiologisnya anak-anak masih sangat terikat dengan lingkungannya terutama keluarga.