Juairiah Umar
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KOMPETENSI PROFESSIONAL GURU QUR’AN HADITS DI MTsN 8 PIDIE Juairiah Umar
Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v9i2.4126

Abstract

Professional competence is the ability associated with the completion of teacher assignments. The professional competence of the Hadith Qur'an teachers is to develop plans for both objectives, a content of learning materials, methods, and techniques, as well as assessment, are the main elements that must be minimally present in every implementation of learning. How high is the relationship between the professional competence of the Qur'an Hadith teachers and the planning and implementation of learning in Pidie MTsN? This qualitative research collects data through observation, interviews, questionnaires, documentation and analyzed through descriptive analytics. The questionnaire was analyzed using Rating Scala, the number of respondents was 10, the items were also 10. The results showed the professional competence of the Qur'an 85% hadith approached "always", for Planning 10 respondents, item 10, the result was 74% approach quite well, while Implementation respondent 10, item 13, the result is 82% approaching very well, meaning the professional competence of the Qur'an teacher Hadith is closely related to the RPP and the implementation of learning.
Belajar dari Kisah Saba' Juairiah Umar
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v1i1.4148

Abstract

Saba'
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN TERHADAP MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM PADA SISWA SMP NEGERI 1 DELIMA PIDIE Juairiah Umar
Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v10i2.7837

Abstract

Pemahaman peserta didik terhadap Mata Pelajaran Agama Islam dapat dikatakan baik apabila ranah afektif, kognitif dan psikomotor telah terintegrasi. Hal ini tidak akan terwujud jika miss-komunkasi antara pendidik dan peserta didik. Tidak menutup kemungkinan juga bahwa ketiga ranah tersebut tidak memiliki standar penilaian dari pendidik. Untuk melihat realita di lapangan peneliti mengambil lokasi penelitian di SMP Negeri 1 Delima Pidie. Aspek yang akan dibahas adalah bagaimana pemahaman peserta didik dalam ranah afektif, kognitif dan psikomotor terhadap mata pelajaran Agama Islam di kelas VIII SMP Negeri 1 Delima Pidie dan apa saja kendala yang dihadapi peserta didik dalam memahami Mata Pelajaran Agama Islam serta bagaimana solusi bagi peserta didik dalam memahami Mata Pelajaran Agama Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, tes dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dalam ranah afektif berdasarkan rubrik pengamatan dinilai baik dengan indikator 80 – 100% (15 orang dari 25 siswa) memenuhi aspek yang diamati. Untuk ranah kognitif persentase hanya menunjukkan 55% (13 orang dari 25 siswa) yang mampu  dan menyelesaikan semua soal yang diberikan. Sedangkan untuk ranah psikomotorik tes dilakukan dengan unjuk kerja praktik melafazkan dan menuliskan ayat Al-Qur’an dari 25 siswa 14 orang memperoleh score 91-100 artinya siswa mampu mengekspesikan pemahaman terhadap materi. Adapun kendala yang dihadapi peserta didik adalah ketidakmampuan dalam memahami materi dan suasana kelas yang tidak variatif. Agar peserta didik merespon secara positif, pendidik perlu melakukan variasi metode sesuai dengan materi yang diajarkan. Ada dua macam pendekatan untuk mengetahui perbedaan pemahaman pada individu yaitu: pertama menitik beratkan kepada pengajaran individual untuk memenuhi kebutuhan individu. Kedua berusaha memenuhi perbedaan individu dengan mengorganisir kegiatan-kegiatan belajar yang perlu bagi peserta didik dalam hubungannya dengan kegiatan kelompok.
Usaha Orang Tua dalam Peningkatan Pendidikan Anak di Pidie Umar, Juairiah
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v4i2.4532

Abstract

Peran serta orang tua dalam mendidik anak adalah kunci keberhasilan orang tua dalam membentuk kepribadian anak. Anak cenderung meniru setiap hal yang dilihat dari orang tuanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua dalam mendidik anak di Pidie dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi orang tua dalam mendidik anak di Gampong Rumia, Tamping Tunong, Pulo Baroh Kecamatan Indrajaya dan Kecamatan Delima Pidie . Metode penelitian ini adalah kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh orang tua atau kepala keluarga (KK) yang ada di tiga Gampong, Rumia, Tamping Tunong, Pulo Baroh sebanyak 269 KK, sampel penelitian ini diambil sebanyak 15 KK dari keseluruhan KK yang dipilih secara acak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dokumentasi. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua di Gampong Rumia, Tamping Tunong, Pulo Baroh, memberikan keteladanan yang baik kepada anak-anaknya, keteladanan yang diberikan meliputi pendidikan keimanan, pendidikan akhlak, pendidikan intelektual, pendidikan psikis dan juga pendidikan sosial. Orang tua juga berusaha sebagai pembimbing yang baik, yaitu melalui pengawasan terhadap anak baik tentang kegiatan sehari-hari maupun tentang tugas-tugas sekolah yang diberikan guru. Usaha orang tua selanjutnya sebagai motivator bagi anak-anaknya agar lebih giat dalam belajar dengan menasehati anak terhadap hal-hal yang baik dan menjauhi hal-hal yang buruk, selain itu dalam memotivasi anak orang tua di Gampong Rumia, Tamping Tunong, Pulo Baroh, meningkatkan kedisiplinan anak dalam belajar. Kendala yang dihadapi orang tua di Gampong Rumia, Tamping Tunong, Pulo Baroh dalam mendidik anaknya adalah kemajuan teknologi yang sulit dikontrol oleh orang tua, apalagi ketika anak-anaknya menggunakan Hp android yang dapat mengakses internet tanpa mampu dikontrol oleh orang tua. Selain itu, orang tua juga mengakui bahwa lingkungan pergaulan anak juga ikut menjadi kendala dalam mendidik anak-anak mereka.