Sundari Fatma Effendi
Laboratorium Fisika Bumi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Bulir Superparamagnetik sebagai Prekursor Longsor di Daerah Bukit Lantiak Kecamatan Padang Selatan Kota Padang Sundari Fatma Effendi; Arif Budiman
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.435 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.4.312-319.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi bulir super paramagnetik sebagai prekursor longsor di Bukit Lantiak Kecamatan Padang Selatan Kota Padang. Sampel diambil pada empat lintasan, dengan setiap lintasan terdapat sepuluh titik pengambilan sampel. Pengukuran nilai suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington Magnetic Suseptibility Meter  yang diukur pada dua frekuensi, yaitu low frequency 0,465 kHz (χLF) dan high frequency 4,65kHz (χHF). Hasil pengukuran nilai suseptibilitas volum yang didapat dari sampel merupakan mineral Ferrimagnetik, dan nilai suseptibilitas massa yang didapat sampel mengandung mineral Hematit (Fe2O3). Dari analisis hubungan antara ketinggian dan suseptibilitas magnetik sampel, diduga dua lintasan mengalami erosi. Hal ini dikarenakan nilai suseptibilitas magnetik bertambah dengan berkurangnya dengan ketinggian. Berdasarkan keberadaan bulir superparamagnetik, Lintasan C dan D memiliki butiran lebih banyak dibandingkan sampel lokasi A dan B. Tanah yang memiliki butiran halus lebih mudah menyerap air karena memiliki luas permukaan yang lebih besar. Air yang terserap ke dalam tanah akan terakumulasi di atas bidang gelincir, sehingga dapat menyebabkan timbulnya gerak lateral pada tanah atau longsor. Berdasarkan hal tersebut Lintasan C dan D lebih besar kemungkinan terjadinya bencana longsor dibandingkan dengan Lintasan A dan B.Kata kunci: Bulir Superparamagnetik, Prekursor, Longsor, Suseptibilitas magnetik, Bukit Lantiak