Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMODELAN ALOKASI KEUANGAN KOLEKTE MINGGU DALAM MENINGKATKAN KEKUATAN KEUANGAN PAROKI DI KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA Albertus Ary Dianto; Aries Heru Prasetyo
Jurnal Manajemen Vol 18 No 2 (2021): Jurnal Manajemen
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/jm.v2i18.2671

Abstract

The Jakarta Archdiocese is a religious institution of the Catholic Church which as a religious institution has a specificity in managing its finances by referring to the Church Law and applicable public finance regulations. The characteristic of keuangan governance in the Jakarta Archdiocese can be seen from the implementation of the allocation and collection policies on Sundays, which are the main source of parish income. Funds obtained by parishes must be deposited to the diocese as a form of solidarity as stipulated in the percentage policy of the Pastoral Solidarity Fund, while the remaining funds in the parish are used to finance operations and other activities. The increasing number of parishes that apply for Collection II from year to year shows the increasing need for parish operational funds that must be met. Through the assessment of the DSP percentage policy, it is hoped that alternative keuangan modeling proposals will be obtained related to the policies implemented so that the parish has good keuangan strength. By conducting keuangan analysis based on keuangan position reports, activity reports and cash flow reports, we want to know the liquidity ratios that indicate the parish’s keuangan performance so that they can be taken into consideration in making appraisal assessments.
PEMBIAYAAN BERBASIS MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN PADA PROYEK ABC Indri Gunantia Yadin; Obaja Kurniawan; Aries Heru Prasetyo
Journal of Management and Business Review Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v9i1.78

Abstract

PT XYZ, selaku perusahaan yang beroperasi pada bidang properti, memiliki rencana investasi perumahan sederhana yang akan launching pada bulan Januari 2012. Proyek perumahaan tersebut diberi nama ABC, yang bertempat di daerah Sawangan, Kota Depok. Di atas tanah seluas 25.754 m2 akan dibangun 182 unit rumah sederhana dengan target pasar adalah mereka yang berpengasilan antara Rp. 5.000.00,- s/d Rp. 17.000,000,- per bulannya. Adapun jumlah investasi yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 6.954.202.000,-. Berdasarkan kebutuhan ini maka penulisan ini memiliki tiga tujuan yaitu pertama,menganalisis sumber pendanaan yang optimal antara utang dan ekuitas untuk proyek ABC; kedua, melakukan analisis studi kelayakan untuk proyek ABC, dalam kondisi pesimis dan optimis berdasarkan manajemen risiko keuangan; ketiga, menganalisis risiko kebangkrutan berdasarkan komposisi struktur modal terpilih untuk proyek ABC.Pendekatan yang digunakan dalam penentuan bauran pendanaan optimal adalah pendekatan biaya modal (cost of capital) yang paling minimum. Selain itu, akan digunakan pendekatan risiko kebangkrutan Altman Z-Score, sedangkan risiko keuangan dalam bentuk kenaikan tingkat inflasi dan suku bunga. Berdasarkan hasil analisis maka bauran pendanaan yang optimal untuk proyek ini adalah komposisi antara utang 44% (35% pinjaman ke bank dan 9% utang pemegang saham) dan ekuitas, dalam bentuk retained earnings, sebanyak 56 % dari total investasi dan dihasilkan cost of capital paling minimum yaitu 40,41%. Berdasarkan hasil komposisi tersebut, dilakukan analisa investasi terhadap proyek ABC dengan pendekatan NPV dan IRR yang menghasilkan NPV sebesar Rp. 557.498.750,- dan IRR sebesar 43.84%. Oleh karena itu, investasi pada proyek ABC dapat disebut layak dari sudut pandang keuangan. Selanjutnya dilakukan analisis studi kelayakan dalam bentuk analisis skenario dengan risk event kenaikan inflasi dan suku bunga. Dalam skenario pesimis, dihasilkan penghitungan NPV proyek menjadi minus Rp. 4.910.135.740,- Sedangkan dalam skenario optimis, dihasilkan penghitungan NPV proyek sebesar Rp. 5.312.277.990,- dan IRR sebesar 79,57%. Satu jenis risiko yang teridentifikasi adalah risiko kebangkrutan PT XYZ. Melalui analisis Altman Z-Score, PT XYZ masih jauh di atas ambang kebangkrutan dengan nilai Altman Z-Score 5,285 (> dari 2,6). Walaupun demikian, risiko kebangkrutan berpotensi terjadi khususnya di saat kondisi perekonomian makro sedang bergejolak dan mempengaruhi daya beli masyarakat, pada saat yang sama utang bank harus dibayar lunas tanpa ada lagi kebijakan perpanjangan masa pinjaman.
PEMODELAN ALOKASI KEUANGAN KOLEKTE MINGGU DALAM MENINGKATKAN KEKUATAN KEUANGAN PAROKI DI KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA Albertus Ary Dianto; Aries Heru Prasetyo
Jurnal Manajemen Vol 18 No 2 (2021): Jurnal Manajemen
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/jm.v2i18.2671

Abstract

The Jakarta Archdiocese is a religious institution of the Catholic Church which as a religious institution has a specificity in managing its finances by referring to the Church Law and applicable public finance regulations. The characteristic of keuangan governance in the Jakarta Archdiocese can be seen from the implementation of the allocation and collection policies on Sundays, which are the main source of parish income. Funds obtained by parishes must be deposited to the diocese as a form of solidarity as stipulated in the percentage policy of the Pastoral Solidarity Fund, while the remaining funds in the parish are used to finance operations and other activities. The increasing number of parishes that apply for Collection II from year to year shows the increasing need for parish operational funds that must be met. Through the assessment of the DSP percentage policy, it is hoped that alternative keuangan modeling proposals will be obtained related to the policies implemented so that the parish has good keuangan strength. By conducting keuangan analysis based on keuangan position reports, activity reports and cash flow reports, we want to know the liquidity ratios that indicate the parish’s keuangan performance so that they can be taken into consideration in making appraisal assessments.