Satria Kusuma
Program Studi Ilmu Komunikasi Unika Atma Jaya Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Komunikasi Politik di Komunitas Virtual Satria Kusuma
Jurnal InterAct Vol 3, No 1 (2014): Jurnal InterAct
Publisher : Atma Jaya Indonesia Catholic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.782 KB) | DOI: 10.36388/ia.v3i1.717

Abstract

Political communication is aesthetic especially the mass-mediated political communication. By exploiting political communication’s aesthetic properties similar to a game, political leaders use the channel to generate a movement of people by using political symbolism. One of the mass channels is the Internet which elevates individuals out of the isolation created by the walls of the old media-especially when these walls are reinforced in the context of urban culture. In the information society, people increasingly interact with computer screens developing face-to-screen relationships rather than face-to-face. The 'Age of Internet' is identical with the opportunity to build virtual communities in which we participate with people from all over the world. Computer-mediated communication in the traditional type of decision-making activities such as voting characterizes the type of participatory democracy. This review summarizes that Indonesia, which is ranked the world's fifth with the highest number of Twitter accounts and become the country with the highest Twitter penetration rates in the world, has the highest potential target of the presidential candidates in Indonesia. The majority of Twitter users in Indonesia are 16-20 years old, comprising one-third of the 187 million voters in the 2014 presidential election. 
PENGARUH MOBILE ADVERTISING TERHADAP MINAT BELI LAYANAN NETFLIX SELAMA PANDEMI COVID-19 Emilia Nathaniel; Satria Kusuma
Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 4, No 2 (2020): Perspektif Komunikasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.179 KB) | DOI: 10.24853/pk.4.2.195-205

Abstract

Salah satu strategi pemasaran iklan yang dapat dilakukan oleh pemasar selama pandemi Covid-19 adalah melalui mobile advertising, seperti yang dilakukan oleh perusahaan Netflix. Penelitian ini mengkaji strategi pemasaran melalui iklan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh mobile advertising melalui Youtube Ads terhadap minat beli layanan Netflix selama pandemi Covid-19. Teori yang digunakan yaitu model AIDA yang memiliki indikator attention, interest, desire dan action, kemudian teori mobile advertising yang memiliki indikator informativeness, credibility, entertainment dan irritation serta teori minat beli yang memiliki indikator attention, interest, desire dan action. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner secara online. Hasil dari penelitian ini adalah mobile advertising memiliki pengaruh yang rendah terhadap minat beli layanan Netflix selama pandemi Covid-19, yaitu hanya sebesar 19%.
REPRESENTASI KEBERFUNGSIAN KELUARGA DARI HASIL PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR DALAM DRAMA KOREA “18 AGAIN” Agnes Jeanette Criscentia; Satria Kusuma
Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 7, No 1 (2023): Perspektif Komunikasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pk.7.1.65-76

Abstract

Serial drama Korea “18 Again” adalah drama dengan tema keluarga, yang diangkat dari cerita dengan kehidupan sehari-hari dan mengangkat permasalahan yang terjadi di dalam sebuah keluarga. Drama ini merupakan adaptasi film Hollywood dengan judul 17 Again yang tayang pada tahun 2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis  keberfungsian keluarga yang terjadi dari hasil pernikahan di bawah umur dalam drama Korea “18 again”. Landasan teori dalam penelitian ini, antara lain Serial Drama Korea, Semiotika Roland Barthes, Persepsi, Komunikasi Keluarga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis studi semiotika Roland Barthes dan bersifat deskriptif. Perolehan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi atau pengamatan langsung terhadap drama Korea “18 Again” pada platform IQYI. Peneliti menganalisis 33 adegan keberfungsian keluarga yang diambil dari total seluruh 16 episode. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa drama Korea “18 Again” melewati tahapan-tahapan keberfungsian keluarga, yaitu peranan keluarga (roles), ekspresi emosi keluarga (emotional expression), saling ketergantungan/individuasi keluarga, distribusi kekuasaan, komunikasi keluarga (communication), sub sistem keluarga.