Kematangan karir dalam perencanaan studi merupakan kematangan pilihan siswa untuk merencanakan studi berdasarkan minat karir yang diharapkan. Perilaku siswa diukur menurut lima aspek yaitu: penilaian diri, informasi pekerjaan, seleksi tujuan, perencanaan karir, dan pemecahan masalah karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kematangan merencanakan karir siswa kelas X Akuntansi SMK N 43 Jakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala penilaian. Instrumen kematangan karir terdiri dari 50 pernyataan yang telah diujicobakan, sebanyak 38 pernyataan dinyatakan valid dan reliabilitas instrumen sebesar 0.937. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan karir dalam perencanaan studi para siswa kelas X Akuntansi SMK N 43 Jakarta secara mayoritas berada pada tingkat kategori cukup mampu dan mampu. Pada tabel 3 menunjukkan bahwa 17 siswa (45%) berada dalam tingkat kategori cukup mampu dan 15 siswa (39%) kategori mampu, terdapat 3 siswa (8%) berada dalam kategori sangat mampu dan 3 siswa (8%) belum mampu. Saran penulis, pihak sekolah, khususnya guru Bimbingan dan Konseling dan pembina BKK mengadakan program peningkatan kematangan karir bagi siswa. Program peningkatan tersebut dapat berupa bimbingan kelompok yang melibatkan baik pihak internal sekolah maupun pihak eksternal (dunia usaha/dunia industri) yang telah menjadi mitra sekolah SMK N 43 Jakarta. Saran bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Unika Atma Jaya, adalah menjadi mitra SMK, khususnya guru BKK atau pembina BKK melalui program pengembangan profesionalitas guru yang bertujuan akhir pada terciptanya kematangan karir siswa. Program pengembangan ini dapat berupa pelatihan, seminar, atau kegiatan sejenis dengan melibatkan khususnya guru – guru Bimbingan dan Konseling/ BKK SMK diwilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Bagi peneliti lain yang melakukan penelitian tentang kematangan karir remaja, disarankan untuk memperluas pembahasan kematangan karir tehadap faktor perkembangan remaja yang lain.