Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Widya Teknik

Alat Pengetesan Kurva Polarisasi Speaker Mingki Yanto; Andrew Joewono
Widya Teknik Vol. 6 No. 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v6i2.1251

Abstract

Peralatan sound sistem (speaker) saat ini telah berkembang pesat, banyak speaker-speaker baru yang dibuat dengan teknologi yang modern. Namun sampai saat ini banyak dari speaker-speaker tersebut yang masih belum diketahui polarisasi penyebaran suaranya. Kebanyakan dari penggemar sound mengalami kesulitan dalam memilih speaker yang cocok untuk diletakkan dalam suatu ruangan tertentu agar dapat menghasilkan kualitas suara seperti yang diinginkan. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya suatu alat yang mampu mengatasi masalah tersebut, dengan cara mengetes polarisasi dari penyebaran suara pada speaker. Dengan menggunakan sound level yang dikeluarkan oleh speaker, sound level tersebut akan dikonversikan ke dalam bentuk digital dan kemudian dikirimkan ke PC menggunakan kabel RS-232. Selanjutnya data tersebut diterima oleh PC dan diolah serta ditampilkan dalam bentuk kurva polarisasi.
Perancangan Sistem Keamanan Mobil Dengan Feedback Posisi dan Pemantauan Suara Dalam Mobil Melalui Perantara Handphone Alvian Tourizando; Andrew Joewono
Widya Teknik Vol. 8 No. 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v8i1.1285

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi dewasa ini sangat pesat. Salah satunya adalah handphone yang dirancang untuk individu dengan mobilitas tinggi. Pemanfaatan handphone pada bidang otomotif adalah untuk sistem keamanan mobil yang dapat mengurangi bahaya pencurian mobil dengan cara memberitahu pemilik lewat Short Massage Service (SMS) segera setelah kunci kontak aktif, kemudian mematikan mesin mobil, dan membunyikan klakson dari jarak jauh. Selain itu, dengan sistem keamanan mobil ini pemilik mobil dapat mendengarkan pembicaraan yang ada di dalam mobil, dan mengetahui letak posisi mobil berdasarkan Base Transceiver Station (BTS) yang terdekat dengan mobil tersebut. Sistem keamanan mobil ini menggunakan mikrokontroler AT89S51 untuk mengendalikan handphone, driver relay mesin, sirine, dan kunci kontak. Dalam perancangan alat ini diterapkan bahasa At-Command yang mendukung kinerja handphone tersebut. Pada pengujian Location Based Service (LBS), didapatkan informasi lokasi yang mendekati lokasi sebenarnya. Pada pengukuran driver relay, diketahui bahwa tegangan yang dibutuhkan untuk mengaktifkan sebuah driver relay adalah 3,04 Volt. Dari 20 kali pengujian terhadap alat sistem keamanan mobil ini terdapat satu kali kegagalan yang dikarenakan jaringan operator yang sedang bermasalah. Alat ini membutuhkan tegangan 5 dan 12 Volt. Dari pengujian kinerja alat disimpulkan bahwa alat bekerja dengan baik dalam arti alat dapat melakukan pemantauan suara, dapat mengontrol mesin, dan sirine.
Alat Pengirim Data Menu Makanan dan Minuman Dengan Menggunakan Sistem Wireless Berbasis Mikrokontroler Hari Ardianto; Andrew Joewono
Widya Teknik Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v9i1.1294

Abstract

Pada umumnya pelayanan menu makanan dan minuman masih konvensional, yaitu dengan cara menu ditulis oleh pelayan. Setelah proses pencatatan menu selesai, pelayan bergegas menyampaikannya menuju dapur. Pelayanan dengan cara ini memiliki kendala apabila diterapkan pada restoran yang memiliki jarak cukup jauh antara tempat penyajian pesanan dengan tempat pembuatan pesanan. Pada penelitian ini dibuat suatu sistem yang dapat mengirim, menerima data menu makanan dan minuman secara wireless. Sistem pengirim tersusun dari keypad sebagai input, LCD sebagai penampil data, mikrokontroler sebagai pemroses dan pengontrol data untuk dikirim ke DTMF MT 8888. Selanjutnya data ditransmisikan dengan menggunakan handie talkie dan kemudian data dikirim ke DTMF MT 8870D agar tone yang ditransmiskan dapat dibaca dan diolah lebih lanjut oleh mikrokontroler AT 89S51. Proses indikasi transfer data bertujuan untuk mengetahui bahwa data yang ditransfer masih berlangsung. Proses penampilan data bertujuan untuk mengolah dan menampilkan data. Proses pengolahan data bertujuan menerima data dan mengolah data. Pada proses penampilan data bertujuan untuk menampilkan data pesanan menu berdasarkan meja pada monitor PC yang terdapat pada dapur dan untuk mencetak jumlah pembayaran dilakukan melalui printer. Dari hasil transmisi dan pengujian alat, sistem penerima dapat menampilkan data dengan tepat pada jarak transmisi data yang telah ditentukan yaitu 25 meter.
Mengendalikan Kamera IP dengan Menggunakan Handphone Berbasis Android Lucas de Jesus Silva; Andrew Joewono; Antonius Wibowo
Widya Teknik Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v12i1.1440

Abstract

Android merupakan sebuah sistem operasi yang tengah berkembang saat ini. Dengan adanya teknologi ini setiap orang dapat membuat aplikasi sendiri pada ponsel berbasis Android. Beranjak dari hal tersebut, kini dapat dibuat suatu aplikasi yang dapat menggerakkan beberapa kamera IP yang tidak dilengkapi dengan fasilitas penggerak, yakni kamera IP D-Link DCS-910. Alat ini digunakan sebagai penggerak untuk memantau keadaan suatu area melalui perangkat mobile pada jarak yang jauh. Alat ini terdiri dari: 2 buah motor servo, modul Wiznet110SR, sistem minimum mikrokontroler ATMega8, wireless router, kamera IP D-Link DCS-910, dan pengendali handphone Android. Handphone digunakan sebagai tempat untuk mengendalikan arah pergerakan dari kamera IP, dan memberikan perintah pengendalian. Untuk interface antara handphone dan kamera IP menggunakan Handphone berbasis Android. Kamera IP akan digerakkan oleh 2 buah motor servo. Perintah untuk menggerakkan motor servo dikirim secara serial ke mikrokontroler. Kamera IP yang terpasang pada motor servo akan bergerak mengikuti perintah yang dikirim oleh handphone Android. Hasil gambar yang diambil oleh kamera IP tersebut akan dikirim melalui wifi, dan ditampilkan pada handphone Android. Dari hasil pengukuran, dan pengujian, dapat disimpulkan bahwa handphone Android sudah dapat mengontrol arah gerak dari motor servo, dan juga dapat menampilkan gambar dari kamera IP.
Alat Pemantau Aliran Listrik Melalui Koneksi Wireless dengan Informasi Menggunakan SMS Rosida Crisna Wardani; Andrew Joewono
Widya Teknik Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v12i1.1441

Abstract

Dalam perencanaan instalasi listrik di gedung maupun di pabrik yang membutuhkan banyak jalur untuk masing-masing blok, maka akan dibutuhkan sebuah panel pengendali yang berfungsi untuk mengendalikan keadaan jika suatu saat terjadi gangguan yang diakibatkan oleh korsleting (hubungan pendek), tidak adanya arus listrik yang mengalir, atau beban yang berlebih. Jika terjadi beban yang berlebih, maka Mini Circuit Breaker (MCB) yang ada di dalam panel pengendali tersebut akan “mengetrip”, sehingga listrik padam untuk sesaat. Akan tetapi panel pengendali tersebut masih kurang efisien dalam hal penyampaian informasi, sehingga pengawas tidak tahu kenapa listrik tiba-tiba padam. Pada penelitian ini akan dibahas tentang pembuatan Alat Pemantau Aliran Listrik melalui Koneksi Wireless dengan Informasi Menggunakan Short Message Service (SMS). Oleh karena alat ini juga mempunyai fasilitas yang memanfaatkan kecanggihan sebuah SMS, maka diharapkan pengawas nantinya mendapatkan informasi dengan cepat jika terjadi gangguan pada instalasi listrik. Alat ini mampu mendeteksi arus listrik yang mengalir dengan menggunakan Current Transformer (CT), sehingga dapat memberi masukan pada mikrokontroler. Kemudian mikrokontroler tersebut memberi keluaran yang nantinya akan dihubungkan ke modul GSM sebagai pengirim informasi serta displai LED sebagai indikatornya. Dan mikrokontroler tersebut akan mengontrol modul GSM pada rangkaian untuk mengirim pesan informasi berupa SMS pada pengguna atau pengawas.