Danny Gunawan
Departemen Ilmu Kesehatan Kulit Dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN DERAJAT KEPARAHAN ACNE VULGARIS DENGAN BEBAN PSIKOSOSIAL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA Fiani Clarissa; Danny Gunawan
Bahasa Indonesia Vol 18 No 2 (2019): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v18i2.2223

Abstract

Introduction: Acne vulgaris (AV) is a common dermatological condition among adolescent. Although considered a benign condition and a self-limiting disease, AV can cause psychological problems such as anxiety, depression, and reduce self confidence especially in adolescence because it is a crucial period in psychological and mental development. The purpose of this study is to determine the correlation between AV severity and psychosocial burden on students at Atma Jaya Catholic University of Indonesia School of Medicine and Health Sciences (FKIK UAJ). Methods: This research is an analytic descriptive study with cross sectional method. Sample of this study consist of 141 active preclinic male students at FKIK UAJ year 2016, 2017, and 2018. AV severity was determined by Global Acne Grading System (GAGS). Cardiff Acne Disability Index (CADI) questionnaire was used to measure psychosocial burden caused by AV in the past month. This data was analyzed using Spearman correlation test with significant p<0,05. Results: The prevalence of AV is 100% with 74 respondent (52,5%) in mild severity. The prevalence of psychosocial burden is 86,5% with 96 respondent (68,1%) has little effect on psychosocial burden. There is a positive correlation with weak strength correlation between AV severity and psychosocial burden (p=0,397). Conclusion: There is a correlation between AV severity and psychosocial burden at FKIK UAJ
Convolutional Neural Network dalam Citra Medis Danny Gunawan; Hendry Setiawan
KONSTELASI: Konvergensi Teknologi dan Sistem Informasi Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.274 KB) | DOI: 10.24002/konstelasi.v2i2.5367

Abstract

Penggunaan deep learning dapat diaplikasikan di berbagai bidang seperti pendidikan, bisnis, pertanian, pertambangan, internet of things (IoT), keamanan cyber, perkiraan cuaca, dan medis. Dalam dunia medis penggunaan deep learning telah berkembang pesat, menjadi sebuah pilihan yang menjanjikan dalam menganalisis citra medis metode yang digunakan adalah convolutional neural network (CNN). Para peneliti terdahulu telah mendapatkan hasil yang memuaskan di semua sub bidang analisis citra medis, seperti klasifikasi, deteksi, segmentasi, dan peningkatan citra. Dengan keberhasilan ini para peneliti menemukan sebuah model yang dapat mendiagnosis dan mendeteksi secara otomatis, yang dapat membantu para ahli di bidangnya dan menunjukan bahwa teknologi deep learning akan sangat bermanfaat bagi kemajuan analisis citra medis.
Skin manifestations in patients with covid-19: A literature review Gunawan, Danny; Stella, Maureen Miracle; Sidharta, Veronika Maria
Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.235 KB) | DOI: 10.30659/sainsmed.v13i1.15563

Abstract

Coronavirus disease (COVID-19) is an infectious disease caused by the SARS-CoV-2 virus. In December 2019, cases of pneumonia with unknown cause were first reported in Wuhan, Hubei Province, China. Confirmed cases and death rates due to COVID-19 in the world are still increasing. One part of the body that is affected and causes clinical symptoms in COVID-19 is the skin. This review aims to describe and analyze cutaneous manifestation in COVID-19. This study method is a review of the literature sourced from Google Scholar and PubMed. The literature was selected using English language criteria, using the clinical study method in the form of case reports. Meanwhile, literature review, systematic literature, and meta-analysis were excluded. Journal searches were carried out using the keywords "skin" OR "cutaneous" AND "manifestation" AND "COVID-19" OR "coronavirus". The skin manifestations of COVID-19 have been observed. The most common clinical symptoms of COVID-19 were fever (47%), dry or productive cough (25%), sore throat (16%), generalized sore throat (6%), and pain (5%). However, currently there has been a shift in the approach to diagnosing COVID-19 because it can cause symptoms in other organ systems, one of which is skin manifestations. There are early reports of skin involvement (erythematous rash, extensive urticaria, and chickenpox-like vesicles) occurring in 20% of patients in the course of the COVID-19 disease. In addition, several case reports provide descriptions of petechiae and chilblains. Based on the cases that have been reported, patients with COVID-19 who have manifestations on the skin can give a picture of maculopapular eruptions, vesicular eruptions, petechiae, and also childblains.
Hubungan Penggunaan Pantyliner dengan Kejadian Fluor Albus pada Mahasiswi Preklinik Universitas Atma Jaya Jakarta Lakaoni, Clarissa; Gunawan, Danny
Bahasa Indonesia Vol 23 No 2 (2024): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v23i2.4501

Abstract

Pendahuluan: Keputihan (fluor albus) merupakan sekret yang berwarna jernih hingga putih, dan keluar dari rongga uterus atau vagina. Kasus keputihan di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun sebanyak 10% pada tahun 2010 hingga 2013. Kejadian keputihan sering dikaitkan dengan penggunaan pantyliner dikarenakan dapat memengaruhi suhu dan kelembaban kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan pantyliner dengan kejadian keputihan pada mahasiswi preklinik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FKIK UAJ). Metode: Penelitian ini dilakukan menggunaakan studi observasional analitik dengan metode potong-lintang. Sampel diambil dari mahasiswi preklinik FKIK UAJ angkatan 2020-2022. Penggunaan pantyliner diukur dengan kuesioner yang berisi pertanyaan untuk mengetahui perilaku penggunaan pantyliner. Kejadian keputihan diukur dengan kuesioner untuk mengetahui kejadian dan karakteristik keputihan yang dialami. Analisis data akan dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Data dari 107 responden menunjukkan bahwa 27 mahasiswi (25,2%) menggunakan pantyliner dengan tidak baik, dan sebanyak 14 mahasiswi mengalami keputihan patologis, sedangkan 13 mahasiswi lainnya tidak mengalami keputihan patologis. Analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaaan pantyliner dengan kejadian keputihan (p=0,006). Simpulan: Terdapat hubungan penggunaan pantyliner dengan kejadian keputihan pada mahasiswi preklinik FKIK UAJ.