Penelitian ini bertuiuan untuk menguji apakah laba dan arus berpengaruh terhadap harga saham pada masing-masing tahap siklus hidup perusahaan. Siklus hidup perusahaan terdiri dari empat tahap yaitu start'up, growth, matufe, dan decline. Karakteristik perusahaan berbeda untuk setiaP tahap siklus hidup tersebut sehingga pengu.kuran akuntansi yang relevandigunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan akan berbeda pula. Pengklasifikasian perusahaan sampel ke dalam setiap tahap siklus hidup menggunakan kriteria tertentu yang sudah ditentukan. Perusahaan sampel dapat diklasrfikasiknn ke dalam tahap start-up jika memeuhi kriteria: (l) Perusahaan tidak terbentuk akibat dari diverstiture, merger, atau bentuk restrukturisasi lainnya; (2) Perusahaan mulai melakukan peniualan tidak lebih dari satu tahun sebelum 'go public'; (3) Hanya data selama tiga tahun pertama setelah tanggal berdiri perusahaan yang dimasukkan. Sedangkan klasfikasi observasi ke dalam tahap growth, mature, dan decline dilakukan berdasarkan dua variabel klastfikasi, yaitu persentase pertumbuhan penjtnlan dan umur perusahaan. Untuk masing-masing tahun observasi, nilai masing-masing variabel klasifikasi seluruh perusahaan dihitung dengan menggunakan persamaan (1) dan (2) diurutkan dari nilai terendah sampai dengan tertinggi, dan dibagi dalam kuartil. Berdasarkankreteria tersebut, diperoleh sampel sebanyak 70 observasi dari 28 perusahaan yang berbeda, dengan perincian pado tahap growth terdapat 17 obsemasi dari 7 perusahaan yang berbeda, tahap mature 36 observasi dari 12 perusahaan yangberbeda, dan tahap decline 17 observasi dari 7 perusahaan yang berbeda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa harga saham dipengaruhi oleh informasi laba dan arus kas. Informasi laba, arus kas, dan siklus hidup perusahaan secara bersama-samamemiliki pengaruh positif terhadap harga saham. Artinya, pada saat laba dan arus kas bernilai positif maka harga saham akan meningkat dan pada saat harga laba dan arus kas menunjukkan nilai negatif maka harga saham akan turun, Namun secara statistik siklus hidup perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Temuan ini menunjukkan bahwa laba dan arus kas dapat digunakan untuk menilai kinerja serta prospek masa depan perusahaan, sedangkan siklus hidupperusahaan tidak dapat dijadikan indikator utama dalam menilai prospek masa depan perusahaan. Siklus hidup perusahaan hanya informasi tambahan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan.