Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBUATAN MEMBRAN KITOSAN BERIKATAN SILANG Heri Heriyanto; Hera Intansari; Afni Anggietisna
Jurnal Teknika Vol 8, No 2 (2012): Edisi November 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i2.6694

Abstract

Kitosan merupakan produk turunan dari polimer kitin, yang sudah mengalami proses deasetilasi. Kitosan dapat dimanfaatkan pada pembuatan biomedis dan absorpsi asam. Gugus amino pada kitosan dapat membentuk ikatan ion dengan beberapa ion logam. Kitosan dalam bentuk membran dapat memperbesar kapasitas adsorpsi. Tujuan penelitian adalah membuat membran kitosan berikatan silang dan mencari pengaruh dari pelarut yang digunakan terhadap kualitas dan kinerja membran yang dihasilkan.Tahapan penelitian yang dilakukan adalah alat dan bahan yang diperlukan disiapkan, ditimbang kitosan dengan berat 5 gram. Pengadukan dilakukan dengan stirer magnetik dan secara bersamaan kitosan dimasukan ke dalam larutan asam sitrat dan asam asetat, proses pengadukan selama 60 menit. Membran dicetak, dikeringkan pada suhu ruang. Tahap akhir dari penelitian adalah membran yang sudah kering dicuci dengan NaOH dan dilanjutkan pada tahap analisa dengan FT-IR dan Spectrofometer, kemudian diaplikasikan pada adsoprsi kandungan Fe. Hasil dari penelitian adalah membran kitosan berikatan silang dapat terbentuk dengan pelarut asam sulfat (H2SO4) sebagai pembentuk ikatan silang. Pelarut campuran antaraasam sulfat dan asam sitrat dapat meningkatkan kinerja penjerapan membran terhadap kandungan Fe dalam larutan Fe203sintetis dengan kadar awal 20 ppm. Penjerapan menggunakan membran kitosan berikatan silang dengan pelarut campuran pada suhu 60C dapat mencapai sekitar 95,45% .
KINETIKA REAKSI ALKOHOLISIS MINYAK JAGUNG PADA TEMPERATUR TINGGI Heri Heriyanto
Jurnal Teknika Vol 8, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v9i1.6685

Abstract

Kinetika reaksi alkoholisis dari minyak jagung sudah dipelajari pada suhu tinggi (230 – 260oC). Proses alkoholisis dijalankan secara batch dalam labu leher tiga, yang dilengkapi dengan pengaduk merkuri, jaket pemanas, thermometer dan saluran pengambil sampel. Tahap alkoholisis diawali dengan mereaksikan minyak jagung dan gliserol dengan perbandingan molar 1:2 pada suhu 250oC. Suhu dan kecapatan pengadukan dipertahankan tetap. Setelah suhu 250oC tercapai sampel diambil untuk waktu 0 menit, selanjutnya sampel diambil pada selang waktu 30 menit selama 3 jam untuk dianalisis kadar gliserol bebasnya dengan metode iodometri (FBI-AO2-03). Peubah-ubah yang dipelajari meliputi variasi suhu dari 230oC -260o C pada perbandingan ekivalen OH/COOH 1:1. Berdasarkan hasil penelitian diambil kesimpulan bahwa minyak jagung dan gliserol dapat dialkoholisis tanpa menggunakan katalis pada kisaran suhu 230oC-260oC. Pengaruh suhu terhadap konstanta kecepatan reaksi dinyatakan dengan persamaan Arrhenius adalah sebagai berikut : adalah kecepatan pembentukan monogliserida, dan T adalah suhu absolut reaksi (K).
Kinetika reaksi alkyd resin termodifikasi minyak jagung dengan asam phtalat anhidrat Heri Heriyanto; Rochmadi Rochmadi; Arief Budiman
Jurnal Rekayasa Proses Vol 5 No 1 (2011): Volume 5, Number 1, 2011
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.1892

Abstract

Esterification of phthalic anhydrate with monoglyceride is a condensation reaction to form a linear chain polymer. The present work aimed at investigating reaction kinetics of alkyd resin modified with corn oil in the absence of catalyst. The work consisted of two steps i.e. alcoholysis and esterification. In the alcoholysis step, corn oil and glycerol were brought into reaction with a molar ratio of 1:2 at 250°C. Every 30 minutes during 3 hour reaction, reaction products were sampled to analyse the remaining free glycerol by iodometry method (FBI-AO2-03). In the esterification step, phthalic anhydrate was put in the batch reactor with a glycerol-phthalic anhydrate molar of 3:2. Samples were taken and the hydroxyl ions were analysed by acetate anhydrate method. The variables investigated in the present work were reaction temperatures varied from 230°C to 260°C and equivalent OH/COOH ratio from 1 to 1.25. Experimental results showed that alcoholysis of corn oil and glycerol could be carried out in a temperature range of 230°C to 260°C without the presence of catalyst. The effect of temperature on the reaction rate constant of monoglyceride and phthalic ester formation could be respectively written in the Arrhenius correlations as follows: k1 = 1.4647.104 exp (− 8237.7/???? ) g/mgeq.min k4 = 2.1398.109 exp (− 14142/???? ) g/mgeq.min