Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Coping stres petugas operator mesin pembangkit listrik tenaga uap dalam pencegahan terjadinya kecelakaan PT. Indonesia Power Unit Pembangkit Suralaya Banten Hesti Puspita Sari; I Nyoman Surna
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6493

Abstract

Stres akibat kerja merupakan permasalahan dalam keselamatan dan kesehatan kerja. Stres mempunyai dampak yang tidak diinginkan seperti kecelakaan kerja yang berhubungan dengan pekerjaan serta kesehatan mental. Sumber stres kerja adalah stres pekerjaan (beban kerja), jam kerja, masalah peran, hubungan interpersonal. Begitupun yang berlaku di PT. Indonesia Power Pembangkit Surala ya khususnya karyawan bagian operator mesin pembangkit listrik tenaga uap yang berfungsi mengendalikan operasional mesin pembangkit tenaga listrik untuk menunjang kelancaran pasokan listrik di wilayah Jawa - Bali I (PJB - I). Merupakan jenis pekerjaan yang mempunyai tingkat resiko terjadinya stres dan kecelakaan kerja. Metode kualitatif dengan desain studi kasus didefinisikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahw a awal mula responden mendapat proses pembelajaran dan pengalaman sebagai dasar untuk bekerja dengan melibatkan peran orang lain yang ditempuh melalui proses belajar, bimbingan dan komunikasi untuk mencapai tujuan dalam bekerja. Responden mengemukakan kemampuannya dalam mengatasi masalah, bersosialisasi, menjaga kesehatan, menjaga komitmen saat bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan. Responden mengemukakan cara - cara yang dilakukan untuk menanggulangi, menerima, mentoleransi segala sesuatu yang berkaitan d engan emosi, perilaku, situasi atau kejadian dengan strategi coping untuk menyelesaikan permasalahan bekerja. Responden mengemukakan strategi yang dilakukan untuk menangani situasi yang ditentukan oleh orang lain meliputi keterampilan sosial, dukungan sosial.