Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Usulan perawatan mesin presss h-draw pada divisi stamping press dengan metode reliability centered maintenance dan reliability centered spares (studi kasus: PT. TMMI) Maria Ulfah; Putro Ferro Ferdinant
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12777

Abstract

PT. TMMI merupakan salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia. Kendala utama di perusahaan ini adalah perawatan mesin yaitu menentukan jenis perawatan,  penjadwalan perawatan mesin secara teratur dan menentukan kebutuhan spare part kritis untuk menunjang perawatan. Kegiatan perawatan memegang peranan penting dalam perusahaan untuk memingkatkan proses produksi. Penelitian ini fokus pada mesin press H-draw yang memiliki nilai line stop yang tinggi dibandingkan dengan mesin press pada line H lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan komponen kritis, faktor-faktor kegagalan, nilai MTBF dan MTTR, perawatan dan jadwal perawatan yang sesuai serta mengusulkan kebutuhan spare part kritis untuk menunjang proses perawatan. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu RCM, Age Replacement dan RCS. Hasil penelitian berdasar RCM didapatkan faktor kegagalan mesin press H-draw yaitu no fuse breaker tripped, DB detek tebal material lebih dari standar, sheet cleaner tripped, cup jaw aus, cup jaw sobek, valve release bocor, stopper centering tidak fungsi dan roda pecah serta jenis perawatan yang sesuai yaitu schedule on condition, schedule restoration task dan schedule discard task, dengan age replacement menghasilkan jadwal perawatan selama 8 hari untuk komponen elektrikal dan slide, 6 hari untuk jaw dan 11 hari untuk bolster. Hasil nilai MTBF dan MTTR yang dihasilkan 6.921,29 menit dan 16,93 menit (elektrikal), 4.617,28 menit dan 10,97 menit (jaw), 9.685,91 menit dan 14,23 menit (bolster) serta 6.595,82 menit dan 9,17 menit (slide) Penggunaan metode RCS didapatkan 18 spare part kritis dari 26 spare part yang ada dan poisson process menghasilkan usulan kebutuhan spare part kritis.
Mitigasi risiko rantai pasok industri furniture dengan menggunakan metode house of risk di IKM Sinar Muda Maria Ulfah
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12745

Abstract

IKM Sinar Muda merupakan industri furniture yang memproduksi berbagai macam olahan kayu yang bertempat di Jalan Raya Tegal Cabe No. 06, Cilegon, Banten. Dalam aktivitas rantai pasok pada IKM Sinar Muda sering mengalami risiko yang mengganggu kegiatan rantai pasok. Tujuan Penelitian ini adalah memitigasi risiko dalam kegiatan rantai pasok IKM Sinar Muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah House of Risk (HOR). Hasil Penelitian yang diperoleh yaitu terdapat 29 kejadian risiko (risk event) yang terjadi dan berpotensi terjadi yang mengganggu kegiatan rantai pasok pada industri furniture di IKM Sinar Muda. Berdasarkan nilai ARP (Aggregate Risk Potential) terdapat 2 kategori sumber risiko (risk agent) yaitu sumber risiko prioritas (A) yang berjumlah 11 dan sumber risiko non prioritas (B) yang berjumlah 13. Berdasarkan nilai ETD (Effectiveness to Difficulty Ratio), usulan mitigasi yang diprioritaskan secara berurutan yaitu membuat jadwal maintenance secara rutin,  membuat jadwal pengiriman produk lebih terstruktur, menggunakan bahan baku yang tidak lurus untuk bagian produk yang pendek, membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), membuat gudang bahan baku yang tertutup, kerjasama dengan perusahaan pengiriman, menyediakan safety stock bahan baku lebih banyak dari biasanya pada musim tertentu, membuat perjanjian dengan supplier terkait kualitas bahan baku, membuat safety stock produk jadi, komunikasi intens dengan konsumen, menyediakan ganset, melakukan pengecekan ulang sebelum proses produksi selanjutnya.