Penggunaan cetakan konvensional yang merupakan proses pencetakan yang sudah digunakan sangat lama turun temurun di desa ponggang, namun proses pencetakan tersebut menimbulkan beberapa masalah seperti jari - jari terasa pegal jika sudah melakukan proses produksi yang lama, serta hasil dari ketan yang sudah dibentuk untuk menjadi rengginang tidak menghasilkan bentuk yang bagus dan menarik, selain itu juga penggunaan pencetakan rengginang pada saat ini tidaklah efisien. Oleh karena itu perlu dibutuhkan rancangan keteknikan untuk meningkatkan efisiensinya. Rancangan cetakan rengginang ini merupakan salah satu inovasi pencetakan rengginang yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Cetakan rengginang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pencetakan ketan yang sudah matang, kombinasi dengan jumlah cetakan yang digunakan serta kemudahan pengaplikasian pada saat ingin melakukan pencetakan rengginang. Prinsip kerja dari cetakan rengginang ini adalah dengan memasukan ketan yang sudah matang kedalam lubang cetakan yang sudah berada di atas meja cetakan. Ketika ketan yang sudah matang dimasukan kedalam lubang cetaka, alat press pencetakan di lakukan penekanan, lalu di dorong kedepan dan ditekan menggunakan alat press pendorong hingga ketan matang yang dicetak terjatuh ke alas nampan. Sehingga ketan yang dihasilkan berbentuk mendekati bulat. Pada hasil uji coba yang telah dilakukan ternyata waktu yang dibutuhkan untuk mencetak ketan menggunakan cetakan rengginang ini jauh lebih efisien dibandingkat dengan pencetakan rengginang dengan cara konvensional dimana tingkat efisiensi yang dihasilkan sebesar 82.8%. Hasil ini dapat diperoleh karena proses pencetakan menjadi lebih mudah sehingga membuat proses pencetakan menjadi jauh lebih cepat di bandingkan pencentakan konvensional.