Diah A. Puspandari
Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Tarif INA-CBGs Pasien Hipertensi Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Anis F. Nilansari; Nanang M. Yasin; Diah A. Puspandari
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2021.10.1.22

Abstract

Angka pengidap hipertensi pada tahun 2018 sebesar 34,1% dari penduduk Indonesia. Profil data kesehatan Indonesia menyebutkan bahwa secara nasional terjadi peningkatan prevalensi hipertensi dari 25,8% pada tahun 2013 menjadi 34,1% pada tahun 2017. Biaya pasien hipertensi rawat inap di rumah sakit yang bergabung dengan Asuransi Kesehatan JKN diklaim berdasarkan tarif Indonesian-Case Based Groups (INA-CBGs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar perbedaan biaya riil rumah sakit dengan tarif INA-CBGs di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati menggunakan analisis deskriptif pada perspektif penyedia pelayanan kesehatan yaitu rumah sakit. Pengambilan data biaya medis langsung dilakukan secara retrospektif. Objek pada penelitian ini adalah berkas keuangan rumah sakit dan rekam medis periode Oktober 2016–Juli 2017 RSUD Panembahan Senopati. Sebanyak 53 pasien menjadi sampel penelitian ini. Data dianalisis menggunakan one sample t-test untuk membandingkan biaya riil rumah sakit dengan tarif INA-CBGs. Hasil penelitian menunjukkan besarnya perbedaan antara biaya riil dengan tarif INA-CBGs yaitu sebesar negatif Rp30.993.964. Terdapat perbedaan bermakna antara besar biaya riil yang dikeluarkan rumah sakit terhadap tarif INA-CBGs pada pasien kelas 1 dengan nilai signifikansi p<0,05 (0,039). Persentase total biaya rumah sakit yang digunakan untuk komponen biaya obat yaitu sebesar 26,3%. Simpulan dari penelitian ini adalah rumah sakit dapat mengalami kerugian karena biaya yang dikeluarkan lebih besar dibandingkan tarif klaim INA-CBGs.Kata kunci: Biaya pasien, hipertensi, INA-CBGs, JKN, rumah sakit Analysis of INA-CBGs Rates of Hypertensive Inpatients in Panembahan Senopati Hospital AbstractThe number of people with hypertension reached 34.1% of the Indonesian population in 2018. According to the Indonesian health profile data, an increase from 25.8% in 2013 to 34.1% in 2017 in the prevalence of hypertension nationally was observed. The costs of hypertensive inpatients in hospitals joining the JKN Health Insurance were claimed based on Indonesian-Case Based Groups (INA-CBGs) rates. The purpose of this study is to determine the difference between real costs of hospitals and INA-CBGs rates in Panembahan Senopati Hospital. A descriptive analysis based on the perspective of health care providers was conducted and retrieval of medical costs data was done directly. The hospital financial sheets and medical records between October 2016–July 2017 were used as objects of this study. Furthermore, the samples of this study included a total of 53 patients and analysis of data was achieved using the one sample t-test to compare real hospital costs with INA-CBG rates. The results showed a large difference between the real cost and INA-CBG rates, which was negative Rp30,993,964. There was a significant difference between hospital’s real costs incurred by hospitals and the INA-CBG rates for grade 1 patients with a significant value of p<0.05 (0.039). The percentage of total hospital costs used for the component costs of drugs was 26.3%. This study concludes that hospitals can suffer losses because the costs incurred are more significant than the INA-CBGs claim rates.Keywords: Hospitals, hypertension, INA-CBGs, JKN, patients cost