Arroyani A. Dilaga
Magister Farmasi Klinik, Universitas Gadjah Mada, Sleman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Respon Terapi Community Acquired Pneumonia pada Geriatri: Tinjauan Kasus di Intensive Care Unit Widyati Widyati; I Wayan Suryajaya; Arroyani A. Dilaga; Nidaul Hasanah; Renni Simorangkir; Rizky Hidayaturahmah
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2021.10.3.209

Abstract

Pneumonia komunitas adalah salah satu masalah yang semakin meningkat di populasi lanjut usia. Berbagai faktor yang terkait dengan penuaan, seperti komorbiditas, status gizi dan disfungsi menelan telah terlibat dalam peningkatan Community Acquired Pneumonia (CAP) pada populasi yang lebih tua. Streptococcus pneumoniae masih merupakan patogen yang paling umum di antara geriatri, meskipun patogen multiple drug resistance (MDR) juga seringkali menginfeksi geriatri, khususnya pada pneumonia berat. Strategi terapi antibiotik empirik pada pasien CAP berat adalah antibiotik spektrum luas atau kombinasi β-laktam dan fluorokuinolon, atau β-laktam dan makrolida. Laporan kasus ini memaparkan dua kasus CAP pada geriatri yang mewakili dua golongan terapi yang berbeda dengan hasil yang sangat berbeda pula. Kombinasi cefoperazon sulbaktam-makrolida tidak memberikan respon terapi yang baik hingga hari ke-7, sehingga makrolida diganti dengan amikacin dan diteruskan selama 3 hari. Di lain pihak, kombinasi cefoperazon sulbaktam-levofloksasin memberikan hasil yang baik dengan durasi terapi 9 hari. Pemilihan antibiotik dengan penetrasi yang baik ke paru sangat penting untuk mendapatkan efektivitas terapi. Resistensi azitromisin dapat menjadi salah satu penyebab utama terapi tidak efektif, namun karena efek pleiotropic yang dimiliki azitromisin, azitromisin direkomendasikan untuk tetap diberikan. Pemberian kombinasi cefoperazon/sulbaktam-levofloksasin dan cefoperazon/sulbaktam-amikasin pada kedua kasus ini efektif. Manfaat dari laporan kasus ini adalah terapi CAP pada lansia memerlukan kombinasi antibiotik baik dengan fluorokuinolon maupun aminoglikosida. Azitromisin pada kedua kasus di atas menunjukkan resistensi dan tidak dapat difungsikan sebagai antibiotik kedua pada kombinasi. Kata kunci: Antibiotik, CAP, geriatri, pneumonia  Therapeutic Response of Community Acquired Pneumonia in Geriatrics: A Case Series from Intensive Care UnitAbstractCommunity acquired pneumonia (CAP) is a common major growing challenge to elderly populations. Several aging factors, including comorbidities, nutritional status and digestive dysfunctions have been associated with increasing CAP among older persons. Furthermore, Streptococcus pneumoniae remains the most predominant pathogen in geriatrics, although multiple drug resistance (MDR) species regularly occur, particularly in severe pneumonia. Broad-spectrum antibiotics or a combination of β-lactam and fluorokuinolones, or β-lactams and macrolides serve as a promising therapy mainly in critical CAP patients. This study describes two geriatric CAP cases representing two separate treatments with widely varied results. The combination of cefoperazone sulbactam-azithromycin did not generate suitable clinical response until 7 days. As a consequence, the macrolides were replaced with amikacin and continued for 3 days. Meanwhile, the cefoperazone sulbactam-levofloxacin samples significantly improved the clinical conditions under 9 days. The selection of antibiotics with sufficient lung penetration is important in providing the effective therapy. Conversely, azithromycin resistance potentially instigates ineffectiveness, but is also recommended due to its pleiotropic effects. The benefit of this case study shows that CAP treatment among older population requires a blend of antibiotics with either a fluorokuinolone or an aminoglycoside. In both instances, azitromisin is believed to demonstrate high resistance, therefore, it is incapable in functioning as a second antibiotic component.Keywords: Antibiotic, CAP, geriatric, pneumonia