Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluation of Government Policy in Development of Pentadio Resort in Gorontalo Widya Kurniati Mohi; Muh Firyal Akbar; Astin Yasin One
Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 3 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 30E/KPT/201
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.078 KB) | DOI: 10.22202/mamangan.v7i1.2491

Abstract

The development of tourism object of Pentadio resort in Gorontalo is required in order to increase the benefit to tourism object especially economic value. In fact, these expectations have not been supported by the Local Government. This research aims to obtain information on government policy evaluation in the development of tourism object of Pentadio Resort in Gorontalo, by using a theory of policy evaluation. The research method used a qualitative approach with case study research, while the data were collected from in-depth interviews with informants. Data were also collected from participant observations and recording of secondary data related to the research problem. The results of this study evaluate the policy undertaken in the development of Pentadio Resort. It has not been maximally shown by five indicators of policy evaluation by William N. Dunn. There are still obstacles encountered in the implementation of a policy. So the recommendations in this article are expected to optimize the implementation of policy evaluations that have been made, in order to take a policy that serves as a benchmark of success in the development of a tourism development. One of consideration in the Pentadio Resort development of a tourist attraction is the possibility of management of tourism by private parties
Employee Professionality in the Bureau General Planning and Budget Polda Gorontalo Widya Kurniati Mohi; Apris Ara Tilome; Fitri D Mohune
Journal La Sociale Vol. 4 No. 2 (2023): Journal La Sociale
Publisher : Borong Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journal-la-sociale.v4i2.806

Abstract

This study aims to determine the Professionality of Employees in the General Planning and Budget Bureau of the Gorontalo Regional Police. The research method uses a qualitative type. The results showed that the professionalism of employees in the General Planning and Budget Bureau of the Gorontalo Regional Police was not optimal. This can be seen from the 3 (three) indicators used as research benchmarks, only one indicator is considered fulfilled, namely the response indicator indicated by the speed of employees in providing services to line work units related to socialization requests, supervision and budget allocations. The other two indicators, namely the creativity indicator and the innovation indicator, are considered to have not been fulfilled, this is because some employees or personnel do not have the authority to carry out an innovation because they do not have the qualifications and competencies in their position so that so far the existing employees or personnel only work according to regulations. existing or in other words work normatively.
Penerapan Pelayanan Publik Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Sulawesi dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengelolaan Perhutanan Sosial Rahmat Hidayatullah W, Pakaya; Frangky Djafar; Widya Kurniati Mohi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4748

Abstract

Studi ini menganalisis bagaimana kualitas layanan publik membentuk proses pemberdayaan dan hasil-hasil penghidupan (livelihood) dalam program Perhutanan Sosial (PS) di Indonesia. Berfokus pada komunitas Desa Gunung Silanu di Sulawesi Selatan, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan triangulasi wawancara, observasi, dan telaah dokumen, dipandu oleh model SERVQUAL. Temuan menunjukkan bagaimana reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), dan assurance (jaminan/kompetensi)—sebagai dimensi inti layanan—mendasari penerjemahan hak kelola hutan menjadi manfaat ekonomi dan sosial yang nyata. Data memperlihatkan bahwa desa-desa yang menerima kunjungan penyuluhan yang konsisten dan verifikasi hak yang transparan mengalami kenaikan pendapatan rumah tangga hingga 25–40% serta partisipasi kelembagaan yang lebih kuat. Sebaliknya, layanan yang tidak andal dan lemahnya umpan balik menyebabkan institusi lokal tidak aktif dan akses pasar terbatas. Koordinasi yang responsif antara BPSKL dan kelompok pengelola hutan meningkatkan kinerja rantai pasok dan pemasaran HHBK. Assurance dalam bentuk kompetensi kelembagaan dan transparansi prosedur secara signifikan meningkatkan kepercayaan dan investasi masyarakat pada usaha berbasis hutan. Diskusi menempatkan temuan dalam kerangka co-management dan tata kelola adaptif, menekankan bahwa desain layanan partisipatif—bukan semata akses legal—yang menentukan keberlanjutan. Kontribusi studi ini adalah mengintegrasikan SERVQUAL ke dalam konteks tata kelola lingkungan serta merekomendasikan mekanisme umpan balik, penguatan kapasitas adaptif, dan studi komparatif lintas provinsi untuk memperkuat hasil penghidupan dan konservasi jangka panjang.
Kualitas Pelayanan Publik di Rumah Sakit Umum Daerah Tombulilato Humaira A. Musa; Firyal Akbar; Sri Lestari GIntulangi; Widya Kurniati Mohi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran tentang kualitas pelayanan publik di Rumah Sakit Umum Daerah Tombulilato. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima indikator yang diukur ditemukan bahwa terdapat 2 (dua) indikator yang dianggap belum optimal yakni pertama indikator tangibles (bukti langsung), hal ini terlihat dari kondisi fisik rumah sakit yang secara umum masih perlu perbaikan, terutama pada fasilitas pendukung seperti ruang tunggu, sarana informasi, keran air yang sering macet ditoilet, mesin penyedia air minum (RO) yang masih rusak dan kebersihan lingkungan. Kedua untuk indikator reliability (keandalan) hal ini terlihat dari pelayanan di RSUD Tombulilato perlu dievaluasi lagi agar lebih professional lagi dalam memberikan pelayanan degnan menghilangkan budaya “ada orang dalam” yang memberikan kesan kepada para pasien bahwa petugas pelayanan di Rumah Sakit ini pilih kasih selain itu perlu ditingkatkan konsistensi dalam memberikan informasi kepada pasien. Sementara untuk 3 (tiga) indikator lainnya yakni responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), dan empathy (perhatian) dianggap sudah optimal. Hal ini terlihat dari tenaga kesehatan telah menunjukkan respon yang baik terhadap kebutuhan pasien, RSUD Tombulilato telah berhasil membangun kepercayaan pasien melalui kompetensi tenaga medis dan komitmen terhadap kualitas pelayanan dan RSUD Tombulilato juga telah menunjukkan upaya yang baik dalam membangun hubungan yang empatik dengan pasien.