Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RELIGIOUS AND HARMONIOUS VALUES IN THE PASAMBAHAN TRADITION AND CEREMONIAL ORATION OF BATAGAK GALA PENGHULU (BGP) IN MINANGKABAU Mahmudah Nur
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 1, No 2 (2016): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v1i2.371

Abstract

The Pasambahan Tradition Ceremonial Oration of Batagak Gala Penghulu (BGP) in Minangkabau reflects the communal identity of the Minangkabau society, particularly in communicating, making dialogs and being in dynamics based on the demand of democratic values as understood by the people of the Minangkabau. Thus, through pasambahan tradition, the process of education in good characters and manners is created, which can explicitly be seen through negotiation activity (bapasambahan). To identify the religious and harmonious values, the author examined pasambahan text and ceremonial oration of BGP which were written for learning purposes by Musdah Dahrizal (Mak Katik) by taking some stanza/lines in the text that show religious and harmonious values. The folklore and semiotics approaches are used in analyzing the religious and harmonious values based on reasoning of the people of Minang in accordance with the customs which are used on daily basis. This research reveals that the tradition of pasambahan and ceremonial oration in BGP have essential positions in the custom of the Minangkabau, where the tradition is a depiction of the identity of the Minang clan. The traditions reflect religious and harmonious values which can be seen in the form and content of the pasambahan tradition and ceremonial oration in BGP in Minangkabau, such as inferiority, fairness, politeness, inclusion of religious symbols, mutual cooperation, deliberation, and mutual respect among clans.
SIKEREI DALAM CERITA: PENELUSURAN IDENTITAS BUDAYA MENTAWAI SIKEREI IN THE STORY: TRACING MENTAWAI CULTURAL IDENTITY Mahmudah Nur
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.535

Abstract

Tulisan ini menyajikan nilai-nilai pendidikan agama dalam cerita rakyat daerah Mentawai, yakni mengenai Sikerei sebuah mitos yang dianggap menjadi salah satu ikon dari suku Mentawai. Dengan menggunakan pendekatan folklore (folk: kebudayaan dan masyarakat; lore: cerita), maka kajian ini menyajikan terlebih dahulu deskripsi tentang kebudayaan Mentawai dan cerita rakyatnya sebagai latar belakang, lalu menganalisis cerita yang menjadi fokus pembahasan dengan tetap menghubungkannya dengan latar belakang kebudayaannya. Kajian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pendidikan agama yang terkandung di dalam cerita rakyat tersebut merupakan sebuah gambaran ketaatan orang Mentawai terhadap kepercayaannya. Punen menjadi salah satu media untuk memberikan persembahan kepada roh dan jiwa agar setiap segala sesuatu yang mereka perbuat mendapatkan kebaikan nantinya. Sedangkan “sikerei” (dukun/perantara) yang menjadi pemimpin upacara dan perantara yang menghubungkan antara dunia nyata dan dunia gaib. Selain itu, Konsep harmonis dan rukun menurut mereka juga tergambarkan dalam kedua cerita tersebut. Ketika mereka sudah berdamai dengan dunia lain yang diisi oleh roh dan jiwa, maka mereka juga akan berdamai dengan orang-orang di sekelilingnya. Uma menjadi tempat benteng yang kuat bagi mereka untuk menjaga batasan-batasan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Secara garis besar “arat Sabulungan” menjadi sebuah kitab tak tertulis bagi orang Mentawai untuk menjaga keberlangsungan kehidupan mereka dengan lingkungan alam, lingkungan sosial dan lingkungan kebudayaan.
RELIGIOUS AND HARMONIOUS VALUES IN THE PASAMBAHAN TRADITION AND CEREMONIAL ORATION OF BATAGAK GALA PENGHULU (BGP) IN MINANGKABAU Mahmudah Nur
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 1, No 2 (2016): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1405.748 KB) | DOI: 10.18784/analisa.v1i2.371

Abstract

The Pasambahan Tradition Ceremonial Oration of Batagak Gala Penghulu (BGP) in Minangkabau reflects the communal identity of the Minangkabau society, particularly in communicating, making dialogs and being in dynamics based on the demand of democratic values as understood by the people of the Minangkabau. Thus, through pasambahan tradition, the process of education in good characters and manners is created, which can explicitly be seen through negotiation activity (bapasambahan). To identify the religious and harmonious values, the author examined pasambahan text and ceremonial oration of BGP which were written for learning purposes by Musdah Dahrizal (Mak Katik) by taking some stanza/lines in the text that show religious and harmonious values. The folklore and semiotics approaches are used in analyzing the religious and harmonious values based on reasoning of the people of Minang in accordance with the customs which are used on daily basis. This research reveals that the tradition of pasambahan and ceremonial oration in BGP have essential positions in the custom of the Minangkabau, where the tradition is a depiction of the identity of the Minang clan. The traditions reflect religious and harmonious values which can be seen in the form and content of the pasambahan tradition and ceremonial oration in BGP in Minangkabau, such as inferiority, fairness, politeness, inclusion of religious symbols, mutual cooperation, deliberation, and mutual respect among clans.