Achmad Sidiq
Office of Religious Research and Development Ministry of Religious Affairs Semarang Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KIDUNG RUMEKSA ING WENGI (Studi Tentang Naskah Klasik Bemuansa Islam) Achmad Sidiq
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 15, No 01 (2008): Analisa : Jurnal Pengkajian Masalah Sosial Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v15i01.328

Abstract

Kidung Rumeksa ing Wengi (precaution at night) is a songcomposed by Sunan Kalijaga. He is one of Walisongo, Islamicmissioner in Java. He is well known because of his skills and wisdomin propagating Islam with its source in Al 'Quran and Al-Hadist bytransforming it into Javanese community through various missionarymedium. One of them is his teaching in Javanese prayers (charms).Prayers in Javanese are often in form of songs or charmssince it is believed has magical power for those who practice it. Kidung Rumeksa ing Wengi, this charm is also known as "MantraWedha ". So it called because it could attract magical powers toprotect and cure (Chodjim, 2003: 15).Kidung Rumeksa ing Wengi contains theologicalphilosophic message in Dandhang Gula form that consists of nine verses along with performing asceticism and its pragmatic functionspecifically could protect the doer, especially at night. The first jiveverses must be performed at night and the rest four show how toperformance them. Spelling this charm will be protected from theevil spirit, devil, and black magic such as: fortune telling and otherbad-intention people, and could be cured from all diseases.
GERAKAN DAKWAH PONDOK PESANTREN AL FATTAH TEMBORO MAGETAN JAWA TIMUR Achmad Sidiq
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 12, No 1 (2007): Analisa : Jurnal Pengkajian Masalah Sosial Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v12i1.345

Abstract

Para  Kyai  atau pengasuh pondok  pesantren Al-Fatah   Temboro Magetan  Jawa Timur, mempunyai pandangan bahwa. ajaran Islam itu prinsipnya rahmatan  lil'allami, yaitu memberi  kemanfaatan dan kedamaian untuk masyarakat. Mereka  tidak setuju  dengan  cara-cara  kekerasan  yang dilakukan  oleh sebagian  kelompok  yang mengatas  namakan  Islam dalam rangka amar ma 'ruf nahi munkar. Gerakan   dakwah  yang  dikembangkan  oleh  pesantren  ini  ialali dengan melibatkan   tokoh masyarakat,  tokoh agama dan para santri senior. Kegiatan  dakwah yang dilakukan adalah sehari dalam setiap  minggu, 3 han dalam setiap bulannya dan 40 hari a tau 3 bulan dalam setiap tahunnya.
KIDUNG RUMEKSA ING WENGI (Studi Tentang Naskah Klasik Bemuansa Islam) Achmad Sidiq
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 15, No 01 (2008): Analisa : Jurnal Pengkajian Masalah Sosial Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.85 KB) | DOI: 10.18784/analisa.v15i01.328

Abstract

Kidung Rumeksa ing Wengi (precaution at night) is a songcomposed by Sunan Kalijaga. He is one of Walisongo, Islamicmissioner in Java. He is well known because of his skills and wisdomin propagating Islam with its source in Al 'Quran and Al-Hadist bytransforming it into Javanese community through various missionarymedium. One of them is his teaching in Javanese prayers (charms).Prayers in Javanese are often in form of songs or charmssince it is believed has magical power for those who practice it. Kidung Rumeksa ing Wengi, this charm is also known as "MantraWedha ". So it called because it could attract magical powers toprotect and cure (Chodjim, 2003: 15).Kidung Rumeksa ing Wengi contains theologicalphilosophic message in Dandhang Gula form that consists of nine verses along with performing asceticism and its pragmatic functionspecifically could protect the doer, especially at night. The first jiveverses must be performed at night and the rest four show how toperformance them. Spelling this charm will be protected from theevil spirit, devil, and black magic such as: fortune telling and otherbad-intention people, and could be cured from all diseases.
GERAKAN DAKWAH PONDOK PESANTREN AL FATTAH TEMBORO MAGETAN JAWA TIMUR Achmad Sidiq
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 12, No 1 (2007): Analisa : Jurnal Pengkajian Masalah Sosial Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v12i1.345

Abstract

Para  Kyai  atau pengasuh pondok  pesantren Al-Fatah   Temboro Magetan  Jawa Timur, mempunyai pandangan bahwa. ajaran Islam itu prinsipnya rahmatan  lil'allami, yaitu memberi  kemanfaatan dan kedamaian untuk masyarakat. Mereka  tidak setuju  dengan  cara-cara  kekerasan  yang dilakukan  oleh sebagian  kelompok  yang mengatas  namakan  Islam dalam rangka amar ma 'ruf nahi munkar. Gerakan   dakwah  yang  dikembangkan  oleh  pesantren  ini  ialali dengan melibatkan   tokoh masyarakat,  tokoh agama dan para santri senior. Kegiatan  dakwah yang dilakukan adalah sehari dalam setiap  minggu, 3 han dalam setiap bulannya dan 40 hari a tau 3 bulan dalam setiap tahunnya.
GERAKAN DAKWAH PONDOK PESANTREN AL FATTAH TEMBORO MAGETAN JAWA TIMUR Achmad Sidiq
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 12, No 1 (2007): Analisa : Jurnal Pengkajian Masalah Sosial Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v12i1.345

Abstract

Para  Kyai  atau pengasuh pondok  pesantren Al-Fatah   Temboro Magetan  Jawa Timur, mempunyai pandangan bahwa. ajaran Islam itu prinsipnya rahmatan  lil'allami, yaitu memberi  kemanfaatan dan kedamaian untuk masyarakat. Mereka  tidak setuju  dengan  cara-cara  kekerasan  yang dilakukan  oleh sebagian  kelompok  yang mengatas  namakan  Islam dalam rangka amar ma 'ruf nahi munkar. Gerakan   dakwah  yang  dikembangkan  oleh  pesantren  ini  ialali dengan melibatkan   tokoh masyarakat,  tokoh agama dan para santri senior. Kegiatan  dakwah yang dilakukan adalah sehari dalam setiap  minggu, 3 han dalam setiap bulannya dan 40 hari a tau 3 bulan dalam setiap tahunnya.