Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PELATIHAN DESAIN PEMBELAJARAN TARI BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER ANAK (METODE, PRAKTIK DAN PRODUK) Okto Wijayanti; Cicih Wiarsih; Karma Iswasta Eka
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.75 KB)

Abstract

Permasalahan mitra yang diungkapkan oleh guru SD Muhammadiyah Cipete yakni kurang adanya pengetahuan, kemampuan untuk mendesain pembelajaran tari berbais karakter untuk siswa di SD Muhammadiyah Cipete. Pembelajaran karakter salah satunya dapat diteajarkan melalui pembelajaran seni tari. Keunggulan pembelajaran seni tari berbasis pendidikan karakter yakni diharapkan anak dapat semakin dekat dengan lingkungan sekitar, mengenali karakter teman, sehingga dalam kegiatan belajar mengajar dimungkinkan anak akan lebih peka dan memiliki karakter baik yang mendukung prestasi belajar di sekolah. Ketidakberadaannya guru untuk mengajarkan tari karena keterbatasan kemampuan guru dalam menyusun desain pembelajaran tari berbasis karakter. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam mendesain pembelajaran tari berbasis karakter. Peserta pelatihan ini adalah 9 orang guru SD Muhammadiyah Cipete. Metode pelaksanaan program yakni ceramah dan demontrasi melalui praktek tari.Program Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 pertemuan, mengingat kompetensi yang harus dikuasai mitra yakni dapat memperagakan tari kelompok berbasis pendidikan karakter. Nilai karakter dalam embelajaran tari yakni tnggungjawab, kerjasama dan religius. Pendampingan dilaksanakan setelah kegiatan pelatihan selesai yakni mendampingi guru dari dalam mentransfer ilmu, dan keterampilan tari berbasis karakter kepada siswa di sekolah. Adapun narasumber utama pelatihan ini adalah ketua dan anggota tim pengusul penerapan Ipteks bagi Masyarakat yaitu 2 orang. Mahasiswa yang berjumlah 2 orang berpartisipasi untuk menyampaikan materi pelatihan serta membantu dalam persiapan dan pendokumentasian kegiatan, sebagai bentuk pemberian pengalaman dan pengetahuan mahasiswa yang akan tugas akhir. Metode yang digunakan pada pelatihan ini yaitu ceramah, tanya jawab, diskusi dan praktik. Partisipasi mitra dalam penelitian ini yakni mitra terlibat dalam penyampaian ide, kreativitas, pentas, kostum dan rias tari.. Produk luaran dari pengabdian ini yakni desain pembelajaran tari berbasis karakter dan HAKI berupa produk tari berbasis pendidikan karakter. Siswa, kepala sekolah, komite, guru, orangtua, dan masyarakat bekerjasama, berkolaborasi, bersinergi denganbaik, sehingga desain pembelajaran tari berbasis pendidikan karakter dengan nilai kerjakeras, tanggungjawab, disiplin, kerjasama dan religius dapat diterapkan ke dalam produk tari Sluku-Sluku Bathok dapat diimplementasikan dengan baik.
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS 1A SD NEGERI 2 PLIKEN Restiana Magitasari; Cicih Wiarsih
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 02 Juni 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.3555

Abstract

Early reading skills are a fundamental foundation learning, and students must master them. The first-grade students of class 1A at SD Negeri 2 Pliken exhibit diverse reading abilities, with notable improvement observed among students who previously could not read, now reading better. The activity and creativity of the first-grade teacher significantly influence the fluency and accuracy of children’s reading at the initial learning stage. Therefore, this study aims to determine the role of the teacher in developing the early reading skills of class 1A students at SD Negeri 2 Pliken, along with the supporting and inhibiting factors. The research are the principal, class teacher, and students of class 1A at SD Negeri 2 Pliken. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The result of this study indicate that the role of the class 1A teacher at SD Negeri 2 Pliken in developing early reading skills is quite effective. The teacher’s roles include organizer, mediator, facilitator, and motivator. As an organizer, the teacher successfully implements a 15-minute literacy habit before lessons begin. As a mediator, the teacher seeks engaging reading materials for students. As a facilitator, the teacher creates an attractive reading corner for students. As a motivator. The teacher supports and appreciates students brave enough to read in front of their peers. The supporting factors include good cooperation between teachers and students, students’ parents, school policies, learning media, and the availability of reading books. The inhibiting factors are internal challenges within the students and time constraints.
KESIAPAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS IV DI SDN 2 KALIMANAH WETAN Mutiara Hamida Salsabila; Cicih Wiarsih
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 3 (2024): Volume 10 No. 03 September 2024 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.3556

Abstract

The advancement of the educational system to keep pace with the progress of the timeswhether in cultural, societal, knowledge, or technological aspectsrequires changes in Indonesia's curriculum. Therefore, teachers' readiness is key to successfully implementing the curriculum. This study aims to assess the readiness of elementary school teachers in implementing the Merdeka Curriculum specifically for Social Studies in Grade IV at SDN 2 Kalimanah Wetan. The study evaluates teachers' cognitive, physical, psychological, and financial readiness using observation, interviews, and documentation. A qualitative approach with a phenomenological method was used. Data were collected through interviews with the principal, Grade IV teachers, and seven Grade IV students regarding their readiness to implement the Merdeka Curriculum. The findings indicate that Grade IV teachers understand the concepts and principles of the Merdeka Curriculum. This is evidenced by the preparation of teaching modules, Learning Objectives (CP), and Learning Activity Programs (ATP) that align with the characteristics of the Merdeka Curriculum. Social Studies teaching has also implemented differentiated learning.
Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia melalui Metode Problem Solving pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Burhanudin Margono Aji; Cicih Wiarsih
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74271

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VI SD Negeri 2 Kedungwuluh pada materi teks eksplanasi, di mana hanya 37,5% siswa yang mencapai KKM 70. Penelitian bertujuan meningkatkan prestasi belajar tersebut melalui metode problem solving. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas VI SD Negeri 2 Kedungwuluh, Purwokerto Barat, yang dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan secara integratif melalui tes dan non-tes, lalu dianalisis menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif pada ranah kognitif, afektif, serta psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan lonjakan performa yang signifikan. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 62,50 (Pra-Siklus) menjadi 69,58 (Siklus I), dan mencapai 80,41 (Siklus II). Persentase ketuntasan klasikal juga melonjak drastis dari 37,5% (9 siswa) pada pra-siklus, menjadi 62,5% (15 siswa) pada Siklus I, hingga mencapai 87,5% (21 siswa) pada Siklus II. Peningkatan ini paralel dengan perkembangan afektif (antusiasme) dan psikomotorik (keterampilan menyusun teks). Disimpulkan bahwa metode problem solving secara signifikan meningkatkan prestasi belajar siswa secara holistik. Direkomendasikan bagi guru untuk menerapkan metode ini secara berkala guna melatih kemampuan berpikir kritis siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VI SD NEGERI 1 TIMBANG KEJOBONG PURBALINGGA Hilmi Ibnu Amzar; Cicih Wiarsih
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11570

Abstract

ABSTRACT Limited student engagement in Indonesian language learning has contributed to low academic achievement, particularly in figurative language (majas) lessons that require contextual interpretation of meaning. This condition prompted an effort to improve the learning process through the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model among sixth-grade students at SD Negeri 1 Timbang. The study was conducted as a Classroom Action Research by adopting the Kemmis and McTaggart cycle, which consists of planning, action, observation, and reflection carried out repeatedly. A total of 17 students, comprising 8 boys and 9 girls, participated in the research, which was implemented in two cycles. Research data were collected through learning achievement tests, classroom activity observations, and documentation, and were analyzed using descriptive quantitative and qualitative approaches to capture changes occurring throughout the intervention. The learning process demonstrated consistent improvement across cycles. Learning mastery increased from 70.58% in Cycle I to 88.23% in Cycle II, while student activity rose from 73.52% to 90.58%. These findings indicate that the STAD model expands student participation in the learning process while strengthening their understanding of figurative language through structured group interaction. Therefore, STAD has the potential to serve as an effective instructional alternative for improving Indonesian language learning achievement and fostering a more active, collaborative, and student-centered learning environment. ABSTRAK Keterlibatan siswa yang belum optimal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berimplikasi pada rendahnya capaian belajar, termasuk pada materi majas yang menuntut kemampuan memahami makna bahasa secara kontekstual. Situasi tersebut mendorong dilakukannya upaya perbaikan pembelajaran melalui penerapan model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada siswa kelas VI SD Negeri 1 Timbang. Kajian ini dilaksanakan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas dengan mengadaptasi siklus Kemmis dan McTaggart yang mencakup perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi secara berulang. Sebanyak 17 siswa yang terdiri atas 8 laki-laki dan 9 perempuan terlibat dalam penelitian yang berlangsung selama dua siklus. Informasi penelitian diperoleh melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas pembelajaran, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menggambarkan perubahan yang terjadi selama tindakan berlangsung. Dinamika pembelajaran memperlihatkan perkembangan yang konsisten pada setiap siklus. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 70,58% pada siklus I menjadi 88,23% pada siklus II, sementara aktivitas siswa bertambah dari 73,52% menjadi 90,58%. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis STAD mampu memperluas partisipasi siswa dalam proses belajar sekaligus memperkuat pemahaman terhadap materi majas melalui interaksi kelompok yang terstruktur. Dengan demikian, model STAD berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk mendukung peningkatan prestasi belajar Bahasa Indonesia dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kolaboratif, serta berpusat pada siswa.