Tsabit Azinar Ahmad
Jurusan Sejarah, Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SAREKAT ISLAM DAN GERAKAN KIRI DI SEMARANG 1917-1920 Tsabit Azinar Ahmad
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8, No 2 (2014): Desember
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.996 KB) | DOI: 10.17977/sb.v8i2.4778

Abstract

Abstrak. Perkembangan komunisme yang sangat pesat pada tahun 1950-1960-an tidak dapat dilepaskan dari awal mula kemunculan dan inkorporasinya dalam organisasi massa pada periode Pergerakan Nasional. Perkembangan komunisme memiliki hubungan erat dengan organisasi Sarekat Islam yang berada di Semarang. Sarekat Islam dapat dikatakan berperan sebagai embrio penyebaran komunisme di kalangan masyarakat luas. Gagasan komunisme ternyata memiliki pendukung dari sebagian kalangan Sarekat Islam. Namun demikian, dalam perkembangannya muncul perdebatan. Perdebatan ini bahkan berujung pada pecahnya Sarekat Islam. Hasil dari perpecahan Sarekat Islam inilah yang kelak menjadi embrio dari partai komunis di Indonesia. Abstract. The radical spread of Communism around 1950-1960’s could not be separated from its emergence and its incorporation in mass organization during the period of national movement. The communism development has a close relationship with Sarekat Islam organization located in Semarang. Sarekat Islam could be realized as a centre of shaping Indonesian communism. Some of them believe in communism as a way leading them to the goal of life. However, the conflict of arguments accompanies its journey. This conflict leads them to be separated into two partial organizations and one of both as known as the main point of Indonesia communism party.