Maternal merupakan peran keibuan, hal ini tentu dialami oleh wanita yang sedang menjadi ibu. Subjective well being merupakan proses individu mempersepsikan dirinya melalui reaksi berupa pengalaman perasaan (mood) dan penilaian evaluatif tentang kualitas hidup secara keseluruhan. Berarti subjective well being pada ibu yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu merupakan proses ibu mempersepsikan dirinya melalui reaksi-reaksi, berupa pengalaman perasaan baik menyenangkan atau tidak dan penilaian secara keseluruhan dalam menjalankan peran keibuan, yang dalam penelitian ini disebut peneliti sebagai subjective well being of maternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak ada perbedaan subjective well being of maternal ditinjau dari status bekerja ibu baik bekerja full time, part time, dan tidak bekerja. Subjek penelitian ini adalah ibu-ibu yang sudah memiliki anak sekolah berusia 3-9 tahun dan memiliki usia perkawinan 5-10 tahun. Pengambilan subjek menggunakan purposive sampling. Teknik pengambilan data menggunakan angket yang peneliti adaptasi dari alat ukur yang sudah pernah digunakan pada penelitian sebelumnya yaitu penelitian Hapsari (2010) yang mengacu pada aspek Diener, Suh, Lucas, dan Smith (1997) dan menyesuaikan dengan karakteristik maternal. Peneliti juga menggunakan uji beda non parametrik Kruskal Wallis sebagai teknik analisis data dalam uji hipotesis pada penelitian kali ini sehingga didapati hasil asymp sig. 0,464>0,05. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan subjective well being of maternal ditinjau dari status bekerja ibu baik bekerja full time, part time, dan tidak bekerja. Ketiga variabel tersebut sama-sama mayoritas memiliki tingkat subjective well being ibu kategori sangat tinggi. Jika dilihat berdasarkan mean antar ketiga variabel maka subjek bekerja full time lebih sejahtera daripada subjek bekerja part time dan subjek tidak bekerja karena memiliki nilai mean paling tinggi.