Icca Narayani Pramudaningsih
Akademi Keperawatan Krida Husada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENINGKATAN KOGNITIF LANSIA MELALUI MEMORY TRAINING Icca Narayani Pramudaningsih; Ambarwati Ambarwati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v9i3.626

Abstract

ABSTRAKImplementasi untuk meningkatkan fungsi kognitif (memori) lansia dengan memberikan tindakan keperawatan untuk mencapai hasil kesehatan dan peningkatan kualitas hidup lansia. Tindakan yang dilakukan dengan memory training. Memory training merupakan implementasi dalam meningkatkan kemampuan memory dengan teknik  mnemonic, Tehnik Mnemonic ini membantu kinerja dari memory (ingatan) yang dapat dioptimalkan dengan latihan. Materi yang digunakan di dalam memory training yaitu tentang orietasi waktu dan menghafal 9 kata dengan cepat (re call). Desain  pada  penelitian  ini  Quasy Experimental  dengan rancangan Pretest Post test Control Group Design. Instrumen nya digunakan dalam pre test dan post test dengan MiniCog dan clock drawing test (CDT), Sedangkan intervensi dalam memory Training dengan menggunakan instrumen mnemonic. Sampel dalam penelitian ini 30 lansia yang usia 60 tahun atau lebih, mampu berkomunikasi dengan baik, lansia yang tidak mengalami gangguan aktivitas dan bersedia menjadi responden, yang di bagi 2 kelompok, 15 lansia kelompok intervensi dan 15 lansia kelompok kontrol. Analisa  efektivitas peningkatan kognitif lansia melalui memory training dengan uji statistik Wilcoxon signed ranks test dengan program SPSS 25.0 dengan tingkat kemaknaan p ? 0,05. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Recall Test pada kelompok intervensi p value 0.001 atau p?0.05 yang berarti H1 diterima yaitu terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan Tindakan memory training. Penilaian Clock Drawinng test pada kelompok intervensi dengan nilai p value 0.003 atau p?0.05 yang berarti H1 diterima yaitu adanya perbedaan sebelum dan sesudah diberikannya Tindakan memory training.Kata Kunci: Kognitif, Lansia, Memory training.
PENGETAHUAN DALAM PENCEGAHAN PENULARAN CORONA VIRUS DISEASE (COVID) Ambarwati Ambarwati; Icca Narayani Pramudaningsih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v11i2.774

Abstract

Pada saat ini pandemi coronavirus pada akhir tahun 2019 telah menyebar di seluruh Negara di dunia. Pengetahuan, sikap dan perilaku untuk pencegahan penularan Coronavirus Disease sangat diperlukan bagi masyarakat untuk mengakhiri pandemic COVID-19 bersama-sama. Penerapan dalam kehidupan sehari-hari seperti memakai masker, mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir, menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk, berusaha selalu dirumah dan keluar rumah jika memang sangat penting, menghindari cium tangan, salaman, kerumunan, jaga jarak 1,5 meter, setelah bepergian, sampai di rumah harus segera mandi, mencuci rambut, ganti baju yang bersih, membersihkan benda-benda yang sering disentuh tangan dengan disinfektan adalah Tindakan nyata untuk pencegahan penularan Coronavirus. Desain  pada  penelitian  ini  deskriptif observasional. Instrumen yang digunakan adalah pertanyaan  berupa kuesioner pertanyaan tertutup. Kuesioner berisi 16 pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh data atau informasi terkait identitas dan pengetahuan pencegahan penularan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Sampel dalam penelitian ini 242 partisipan yang bersedia ikut dalam penelitian yang dikumpulkan dari kuesioner daring yang disebarkan melalui media social, pada 1 Desember 2020 – 20 Maret 2021. Analisa data numerik yang telah selesai dikumpulkan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pengetahuan  dan perilaku yang baik dalam pencegahan penularan COVID-19