Hari Ghanesia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TANTRUM PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH Eka Rokhmiati; Hari Ghanesia
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.924 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i1.309

Abstract

Usia pra sekolah merupakan usia yang gemar melakukan eksplorasi. Eksplorasi yang dikembangkannya tentunya bervariasi, tergantung dari imajinasi anak. Cara eksplorasi perasaan ketidaknyamanan yang  kurang tepat  pada usia pra sekolah adalah tantrum. Tantrum adalah kondisi merupakan kondisi anak  melampiaskan emosi dengan cara yang tidak baik seperti mengamuk, menangis kencang hingga membanting barang barang. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui faktor apa yang lebih dominan untuk menurunkan tantrum.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan total sampel,  dengan jumlah 98 responden usia 4 tahun -6 tahun di wilayah Depok. Metode penelitian menggunakan  chi square, faktor yang berhubungan dan  dapat menurunkan tantrum adalah lama pemberian ASI p value 0,030, pengasuhan orangtua pada satu tahun pertama p Value 0,040, aktivitas formal anak dengan p value 0,000 dan pengetahuan orangtua dengan p value 0,020. Dari ke empat faktor tersebut dicari faktor yang paling dominan dengan menggunakan regresi logistik. Hasil analisa dengan t  sig 0,001 < 0.050 pada aktivitas formal anak . Pernyataan diatas menyatakan yang paling dominan untuk menurunkan tantrum pada anak adalah aktivitas formal anak.  Kesimpulan; Teori Kolberg menggungkapkan bahwa pendidikan moral mulai sedari kecil diperkenalkan pada anak. Pendidikan moral berkembang di keluarga lalu dilanjutkan di sekolah.Anak usia  pra sekolah yang diikutkan dalam pendidikan formal atau sekolah, akan belajar sambil bermain. Kegiatan ini baik bagi anak  usia pra sekolah yang mengalami tantrum, sehingga dapat menurunkan tantrum.Kata kunci: anak, emosi, usia pra sekolah,tantrum
Gangguan Tidur dengan Perilaku Pada Anak Yang Menderita Autism Dewi Kurniasih; Hari Ghanesia
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 7 No 01 (2017): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Edisi Maret 2017
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.386 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v7i01.236

Abstract

Tumbuh kembang yang tidak optimal disebabkan salah satunya oleh kelainan otak, hingga menyebabkan gangguan pada tumbuh kembangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gangguan tidur dengan perilaku pada anak yang menderita autism. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian berjumlah 26 anak autism dengan sampel sebanyak 26 anak autism, teknik penelitian ini menggunakan total sampling yang diukur gangguan tidurnya dengan Children’s Sleep Habits Quistioner (CSHQ) dan perilaku dengan Clild Behavior Cheklist (CBCL) oleh pengasuhnya di 2 sekolah asrama pada yayasan anak berkebutuhan khusus di wilayah Kota Depok. Hasil dari penelitian ini terdapat hubungan antara gangguan tidur dengan perilaku yang dinyatakan p value 0,036. Variabel ini dapat berpeluang untuk kejadian gangguan tidur lebih dari 7 kali (Odd Rasio = 7.000) dengan nilai Convidance Interval terendah sebesar 1.014 dan nilai tertinggi sebesar 48.312 dibandingkan responden yang memiliki perilaku negatif anak autis. Penelitian ini direkomendasikan untuk orang tua dalam memperhatikan anak yang berada di sekolah berasrama dan guru dapat memberikan terapi untuk anak berkebutuhan khusus khususnya yang mengalami gangguan tidur dan perilaku seperti anak yang mengalami autism.