Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PILIHAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT SYARIAH Rochmiati Rochmiati; Chriswardhani Suryawati; Zahroh Shaluhiyah
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i2.680

Abstract

Rumah sakit syariah adalah suatu model baru dalam perumahsakitan di Indonesia yang baru dimulai pada akhir tahun 2017, yang perlu mendapatkan gambaran minat masyarakat terhadap layanan syariah. Jenis penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan metode regresi logistik dan desain study crosssectional yang dilakukan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang pada bulan September hingga Oktober tahun 2019. Sampel penelitian sebanyak 200 orang pasien rawat inap yang dirawat  minimal 2 hari. Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden ditemukan dalam penelitian ini lebih dominan perempuan (57,5%), usia terbanyak pada rentang 46 sampai 55 tahun (30,0%), pendidikan terbanyak adalah sekolah dasar atau sederajat (52,0%), asal responden yang terbanyak  adalah dari luar Kota Semarang (78,0%), status marital mayoritas menikah(91,5%), pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga (33,0%) dan wiraswasta (31,0%), dan mayoritas pembiayaannya adalah dengan BPJS (87,5%). Analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya kualitas pelayanan yang berpengaruh secara signifikan dalam memilih rumah sakit syariah, sedangkan harga, keterjangkauan lokasi, religiusitas dan pengetahuan tentang rumah sakit syariah tidak berpengaruh terhadap keputusan pilihan rumah sakit syariah. Penelitian ini diharapkan akan memberikan gambaran tentang pilihan rawat inap di rumah sakit syariah yang merupakan hal yang baru di Indonesia, sehingga perlu difokuskan untuk mengembangkan rumah sakit syariah.Penelitian ini merekomendasikan beberapa saran yaitu bagi manajemen Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang agar meningkatkan sosialisasi tentang rumah sakit syariah, memanfaatkan wordofmouth untuk memperluas informasi tentang kesyariahan, sertameningkatkan ciri khas syariah baik ciri fisik maupun layanan.
The Relationship of Organizational Factors to Compliance with the Filling out of Medical Resumes by the Doctor in Charge of Patients at Panti Wilasa Citarum Hospital Semarang Inneke Elysia Lavender; Chriswardhani Suryawati; Cahya Tri Purnami
Journal of Social Research Vol. 4 No. 9 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i8.2746

Abstract

This study aims to analyze the relationship between organizational factors, including communication, leadership, compensation, supervision, and resources, and DPJP compliance in filling out medical resumes in accordance with BPJS Kesehatan regulations. This study uses a quantitative descriptive design with a cross-sectional time approach. The results of observations showed that the average DPJP compliance score at Panti Wilasa Citarum Hospital Semarang in filling out the medical resume was 5.29 (score 0–8). Organizational factors included leadership factors with an average score of 59.04 (score 11–77), compensation factors with an average score of 29.94 (score 10–70), communication factors with an average score of 31.72 (score 6–42), supervision factors with an average score of 47.88 (score 10–70), and resource factors with an average score of 54.42 (score 10–70). Communication factors showed a significant association with compliance (r = 0.39; p = 0.006), while leadership factors (r = 0.17; p = 0.25), compensation (r = 0.06; p = 0.68), supervision (r = 0.13; p = 0.36), and resources (r = 0.25; p = 0.08) showed no meaningful relationship. Multivariately, organizational factors have no relationship with DPJP compliance in filling out medical resumes in accordance with BPJS Kesehatan regulations. Communication has a meaningful relationship with DPJP compliance in filling out medical resumes in accordance with BPJS Kesehatan regulations. Meanwhile, the factors of leadership, compensation, supervision, and resources are not meaningfully related.