Rika Wulandari
Institute of Industrial Research and Standardization in Pontianak - Ministry of Industry

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Skrinning Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Teh Herbal Daun Buas–Buas (Premna cordifolia ROXB.) Rika Wulandari
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 30, No 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v30i2.5525

Abstract

Daun  buas–buas (Premna cordifoliaROXB.) Kalimantan Barat telah dimanfaatkan masyarakat sebagai sayuran/lalapan danpengobatan  tradisional  sebagai obat  cacingandan masukangin, membantu pembekuan darah, meningkatkan selera makan pada anak, pengawet makanan, dandapatmemperlancar ASI.Salah satu cara terbaik dan praktis untuk mengambil manfaat dan khasiatnya bagi kesehatan yaitu melalui pembuatan produk minuman teh herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia, fenol total, dan aktivitas antioksidan teh herbal daun buas-buas. Proses pembuatan teh herbal dilakukan dengan menyortir dan membersihkan daun buas-buas danpengeringan pada suhu 43 °C selama 30 jam. Teh herbal dibuat dari simplisia kering daun buas-buas yang diseduh dengan 100 mL air dengan suhu 80 – 90 °C selama 10 menit. Seduhan teh herbal daun buas-buas (SB) kemudian dianalisis secara organoleptik menggunakan kontrol teh hijau, kandungan fitokimia, fenol total, aktivitas antioksidan, dan parameter uji lain sesuai SNI 8386:2013 megenai teh kering dalam kemasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa simplisia daun buas-buas memiliki kadar air sebesar 5,09 % dengan rendemen 35 %. Uji fitokimia secara kualitatif menunjukkan SB memiliki beberapa senyawa metabolit sekunder diantaranya steroid, terpenoid, fenolik, flavonoid, tanin, dan saponin.Kandungan fenol total (TPC), dan aktivitas antioksidan (IC50) dari SB secara berturut-turut adalah sebesar 88,29% dan 1,73 x 10-4mg/mL. Tingginya aktivitas antioksidan SB menunjukkan bahwa SB mampu menghambat DPPH dengan sangat kuat.