Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH VARIASI ARUS PADA PENGELASAN SMAW DAN GTAW TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN FISIS PADA LOGAM BERBEDA BAJA KARBON SEDANG DENGAN BAJA TAHAN KARAT AUSTENIT Simon Parekke
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.626 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v9i1.3214

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi di  bidang  konstruksi  yang semakin maju dan pesat, tidak dapat dipisahkan  dari proses penyambungan logam yang sejenis atau penyambungan logam tak sejenis.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelasan logam berbeda dengan variasi arus pada sambungan las (dissimilar metal welding) antara baja karbon sedang dengan baja tahan karat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu  menyambung dua logam berbeda dengan  menggunakan mesin las SMAW dan GTAW dengan filer metal E 309M0-17, tegangan 30 Volt, arus 50 A, 60 A dan 70 A. Jenis sambungan yang digunakan adalah sambungan tumpul dengan kampuh V tunggal dengan ukuran spesimen 200 mm x 20 mm x 6 mm sesuai standar ASTM E8. Selanjutnya dilakukan pengujian meliputi pengujian tarik, kekerasan dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus las  berpengaruh terhadap  kekuatan tarik baik pengelasan SMAW maupun GTAW. Kekuatan tarik tertinggi pada  pengelasan SMAW  sebesar  64,01 kg/mm2 dengan arus 70 A, dan kekuatan tarik terendah 61,97 kg/mm2 pada arus 50 A. Pengelasan GTAW kekuatan tarik tertinggi sebesar 49,54 kg/mm2 dengan arus 60 A dan kekuatan tarik terendah 46,64 kg/mm2  dengan arus 70 A. Kekerasan pengelasan SMAW tertinggi pada arus 60 A sebesar 22,7 HRC dan kekerasan terendah pada arus 50 A sebesar 16,5 HRC. Pengelasan GTAW kekerasan tertinggi pada arus 60 A sebesar 20,5 HRCdan kekerasan terendah pada arus 50 A sebesar 15,9 HRC. Struktur mikro yang terjadi pada arus 50 A  didominasi oleh struktur ferit,  sementara pada arus   60 A dan 70 A struktur yang terbentuk adalah perlit yang berwarna gelap. Kata kunci: Logam berbeda, SMAW,  GTAW, variasi arus,  kekerasan, struktur mikro
Assesment of Environment Impact of Contribution Project: Toward Green Building Certification and Compliance Simon Parekke; Abdul Tahir; Tri Satriawansyah; Muhammad Ade Kurnia Harahap; Dewanto
Indonesia Journal of Engineering and Education Technology (IJEET) Vol. 2 No. 2 (2024): Indonesia Journal of Engineering and Education Technology (IJEET)
Publisher : AKADEMI TEKNIK ADI KARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61991/ijeet.v2i2.51

Abstract

This study aims to assess the environmental impact of a contributing project in the context of building certification and compliance with qualitative data through literature analysis and documentation and Milles & Huberman model analysis techniques. The findings from the study are expected to provide valuable insights into the environmental implications of the project, highlighting areas for improvement and opportunities to improve sustainability. The results will be crucial in informing policy decisions and guiding future initiatives in the field of green building, ultimately contributing to a more environmentally conscious and environmentally responsible development sector.
DESAIN DAN PEMBUATAN PERALATAN ANGKAT SEMI-OTOMATIS YANG ERGONOMIS UNTUK APLIKASI DI BENGKEL DAN INDUSTRI Sirama; Simon Parekke; Edi Rande Padang
STORAGE: Jurnal Ilmiah Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/storage.v4i4.6728

Abstract

Proses pengangkatan komponen mesin maupun material pada bengkel maupun industri masih banyak dilakukan dengan cara manual yang dapat membahayakan operatornya seperti cedera otot, kesleo dan bahaya lain terutama pada tulang belakang. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka penulis merancang dan membuat alat angkat semi otomatis yang ergonomis untuk mengangkat beban maksimal 270 Kg yang dapat membantu pengangkatan barang/material secara semi otomatis. Proses pembuatan alat bantu angkat ini dimulai dari tahap perencanaan, perancangan dan pembuatan, pengujian serta analisa data dan finalisasi. Tahap perencanaan meliputi disain rancangan, membuat gambar kerja, dan penyediaan material dan peralatan. Kemudian, tahap pembuatan meliputi pembuatan komponen dan perakitan. Sedangkan pengujian yang dilakukan  meliputi pengangkatan beban. Penelitian ini membahas proses perancangan dan pembuatan alat angkat semi-otomatis yang ditujukan untuk aplikasi bengkel dan industri. Alat ini digerakkan oleh motor listrik dan memiliki dimensi keseluruhan 212 cm × 190 cm × 280 cm. Salah satu fitur utama dari desain ini adalah kemampuan swing sebesar 45°, yang terdiri dari 22,5° ke arah kiri dan 22,5° ke arah kanan, memungkinkan fleksibilitas dalam pengangkatan dan pemindahan beban. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu mengangkat beban hingga 270 kg secara stabil dan aman. Dengan spesifikasi tersebut, alat ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja dan keselamatan dalam proses pengangkatan di lingkungan bengkel atau industri.