Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Nutriture Journal

Pengetahuan dan Status Gizi dengan Siklus Menstruasi Remaja Putri Vresty Puji Lestari; zahra anggita pratiwi; nafilah nafilah
NUTRITURE JOURNAL Vol 1 No 3 (2022): Jurnal Nutriture
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v1i3.3751

Abstract

Latar belakang: Perubahan biologis, psikologis dan sosial menjadikan remaja menjadi kelompok rentan dan perlu perhatian khusus. Status gizi optimal secara tidak langsung dipengaruhi oleh pengetahuan yang baik. Sementara, keteraturan siklus menstruasi dianggap sebagai faktor penting kesehatan reproduksi. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan status gizi dengan siklus menstruasi remaja putri. Metode: Penelitian observasional analitik ini menggunakan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple non random. Data tingkat pengetahuan gizi diperoleh dari kuesioner pengetahuan gizi dengan kategori baik dan kurang. Status gizi dikategorikan berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT per U). Karakteristik siklus menstruasi diklasifikasikan menjadi dua yaitu normal dan tidak normal. Kuesioner siklus menstruasi dibuat dalam bentuk google form dan dilakukan secara daring. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat signifikansi p kurang dari 0,05. Hasil: Responden dalam penelitian ini sebanyak 88 siswa SMA Negeri 1 Kroya. Penelitian menemukan sebanyak 55 persen responden memiliki pengetahuan gizi yang kurang baik. Mayoritas status gizi responden pada penelitian ini adalah gizi baik (66 persen). Penelitian menemukan sebanyak 9 persen responden adalah status gizi lebih. Penelitian menemukan bahwa lebih dari 70 persen responden memiliki siklus menstruasi yang tidak normal. Penelitian ini tidak menemukan hubungan antara pengetahuan dengan siklus menstruasi pada remaja putri dan tidak ada hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Simpulan:. Pengetahuan gizi dan status gizi tidak berhubungan secara statustik dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 1 Kroya. Mayoritas responden memiliki pengetahuan gizi yang kurang, sehingga penting dilakukan upaya promosi gizi seimbang pada remaja putri untuk dapat meningkatkan pengetahuan gizi.
Ketahanan Pangan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Masa Pandemi Covid-19 Nafilah Nafilah
NUTRITURE JOURNAL Vol 2 No 2 (2023): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v2i2.3928

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek menurut usianya. Dampak dari stunting dapat menghambat perkembangan otak, tidak optimalnya ukuran fisik tubuh dan gangguan metabolisme. Ketahanan pangan dalam rumah tangga dapat mempengaruhi kurangnya asupan makan anggota keluarga sehingga dapat meningkatkan kejadian stunting pada balita. Munculnya Covid-19 di Indonesia berdampak pada ketahanan pangan rumah tangga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketahanan pangan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di masa pandemi covid-19. Metode: Responden penelitian ini sebanyak 65 balita usia 0-59 bulan di Dusun Klenggotan. Penelitian observasional ini dengan metode simple random sampling. Data ketahanan pangan diperoleh melalui kuesioner HFIAS dan dikategorikan menjadi 2 yaitu tahan pangan dan rawan pangan. Data kejadian stunting diperoleh dari pengukuran antropometri dikategorikan menjadi 2 yaitu stunting dan tidak stunting (normal). Hasil: Jumlah balita stunting yaitu 11 balita (17%) dan yang tidak stunting (normal) sebanyak 54 balita (83%). Keluarga yang memiliki kategori rawan pangan sebesar 63%. Ketahanan pangan selama pandemi covid-19 tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita (OR= 3,094, 95%CI= 0.609 – 15.719, p= 0,191). Kesimpulan: Ketahanan pangan tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita selama pandemi covid-19.