Elisabeth Lia Riani Kore
Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Musamus, Merauke Papua

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGELOLAAN KEUANGAN DANA GERBANGKU DI KAMPUNG ONGGARI DISTRIK MALIND Dina Fitri Septarini; Elisabeth Lia Riani Kore
EKONOMI & SOSIAL Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Ekonomi & Sosial
Publisher : Universitas Musamus,Merauke,Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/jies.v7i1.384

Abstract

Di kabupaten Merauke salah satu wujud pelaksanaan kebijakan dana desa adalah program Gerakan Pembangunan Kampungku (Gerbangku) yang sekarang berubah nama menjadi Alokasi Dana Kampung (ADK) yang pengelolaan keuangannya masih memiliki beberapa kendala. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan keuangan dana Gerbangku di Kampung Onggari Distrik Malind. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data yang terkumpul diolah dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan dana desa di kampung Onggari sudah cukup transparan dan akuntabel dengan partisipasi warga yang cukup proaktif dalam pelaksanaan di  semua bidang pembangunan. Namun, besarnya alokasi dana pada masing-masing bidang belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penyimpangan yang cukup signifikan terjadi pada alokasi dana untuk belanja pembangunan yang ditentukan sebesar 50% dan dianggarkan sebesar 84%. Kendala utama yang dihadapi oleh Kampung Onggari adalah masih kurangnya pengetahuan dan kompetensi SDM di bidang keuangan, sehingga penyusunan laporan pertanggungjawaban lebih banyak dilakukan oleh petugas pendamping dari Pemda Merauke. Secara umum, Format laporan pertanggungjawaban yang  dibuat selama ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 113 Tahun 2014 tentang  Pedoman Pengelolaan Dana Desa.