Ummi Nur Azizah
Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keanekaragaman Burung Ordo Ciconiiformes di Kawasan Konservasi Mangrove Tambaksari Desa Bedono Kecamatan Sayung Demak Ummi Nur Azizah; Dian Triastari Armanda; Kusrinah Kusrinah
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.4178

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan ragam spesies burung keempat terbesar di dunia setelah Colombia, Peru, dan Brazil. Kawasan hutan mangrove Indonesia yang mewakili 20% luasan mangrove dunia merupakan habitat bagi beraneka ragam Aves. Wilayah Tambaksari, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai daerah konservasi mangrove. Tambaksari merupakan salah satu dusun di Desa Bedono yang mengalami abrasi. Daerah konservasi mangrove Tambaksari sebenarnya bukan merupakan habitat asli burung Ordo Ciconiiformes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman burung Ordo Ciconiiformes di kawasan konservasi mangrove Tambaksari dan mengetahui jenis tumbuhan yang menjadi habitat burung Ordo Ciconiiformes.Penelitian kualitatif lapangan ini dilaksanakan pada bulan Maret - Mei 2015. Teknik pengambilan sampel yang dipilih adalah kombinasi metode titik hitung IPA (Indices Ponctuele d’Abundance) dan transek titik (point transect). Sampling dilakukan pada 3 stasiun yang telah ditentukan (selatan, tengah, dan utara). Lima anggota Ordo Ciconiiformes yang berhasil ditemukan yaitu Ardeola speciosa, Bubulcus ibis, Egretta alba, Egetta garzetta, dan Nycticorax nycticorax. Tingkat keanekaragaman Ordo Ciconiiformes di kawasan konservasi mangrove Tambaksari tergolong kategori sedang (H' sebesar 0,71 – 1,12). Nilai indeks kemerataan tergolong kategori rendah (E sebesar 0,13-0,21). Spesies yang dominan adalah Bubulcus ibis dengan dominansi relatif sebesar 72%. Meskipun jenis ini bukan tergolong invasif di Indonesia, jenis ini tetap perlu diwaspadai invasifitasnya karena tergolong dalam daftar Global Invasive Species. Jenis tumbuhan yang menjadi habitat dominan Ciconiiformes adalah Avicennia marina.