Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi koleksi kebun raya Purwodadi sebagai agen neuroproteksi Elok Rifqi Firdiana
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15783

Abstract

Penyakit-penyakit neurodegeneratif telah menjangkiti jutaan orang di seluruh dunia dengan angka kejadian yang semakin meningkat. Hingga saat ini belum ada pendekatan terapeutik untuk menghentikan perkembangan penyakit-penyakit neurodegeneratif tersebut. Di sisi lain, produk-produk alami, terutama yang berasal dari tumbuhan, memiliki senyawa-senyawa dengan aktivitas anti-neurodegeneratif. Kebun Raya Purwodadi (KRP), sebagai salah satu lembaga konservasi tumbuhan ex situ, diduga menyimpan kekayaan plasma nutfah yang berpotensi sebagai agen neuroproteksi. Penulisan ini bertujuan untuk menginventarisasi koleksi KRP yang berpotensi sebagai agen neuroproteksi melalui studi literatur dan penelusuran katalog KRP. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa sebanyak 53 jenis koleksi KRP dari 21 suku berpotensi sebagai agen neuroproteksi. Lima di antaranya memiliki senyawa aktif lebih dari satu, yaitu Intsia bijuga (resveratrol & dihydromyricetin), Syzygium cumini (kaempferol & dihydromyricetin), Curcuma aeruginosa, C. xanthoriza (curcumin & β-carryophyllene), dan Punica granatum (amurensin, kaempferol, & dihydromyricetin). Selain itu, tiga tumbuhan koleksi KRP sudah terbukti memiliki aktivitas anti-neurodegeneratif, yaitu Centella asiatica, Sophora tomentosa, dan Zingiber zerumbet.
Delima (Punica granatum L.): Salah satu koleksi Kebun Raya Purwodadi berpotensi obat Elok Rifqi Firdiana
Prosiding Seminar Biologi Vol 7 No 1 (2021): PROSIDING BIOLOGI ACHIEVING THE SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS WITH BIODIVERSITY I
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v7i1.23410

Abstract

Delima (Punica granatum L.) merupakan semak dengan tinggi mencapai 5 meter yang termasuk dalam suku Lythraceae. Tumbuhan ini berasal dari Iran dan kini tersebar hingga ke seluruh dunia. Pemanfaatan tumbuhan ini untuk pengobatan tradisional telah lama dikenal, termasuk oleh masyarakat di Indonesia. Kebun Raya Purwodadi sebagai salah satu kawasan konservasi ex situ juga mengoleksi tumbuhan ini. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan delima sebagai koleksi Kebun Raya Purwodadi, menelusuri pemanfaatan delima dalam pengobatan tradisional di Indonesia, dan memaparkan penelitian eksperimen ilmiah yang mendukung potensi delima sebagai obat. Data diperoleh melalui studi literatur dengan menelusuri katalog koleksi Kebun Raya Purwodadi sedangkan informasi mengenai pemanfaatan delima sebagai bahan obat tradisional dan penelitian eksperimen ilmiah mengenai manfaat delima secara medis diperoleh melalui jurnal-jurnal yang relevan. Kebun Raya Purwodadi memiliki empat nomor koleksi delima pada yaitu XIV.G.I. dan XXII.A.I. Delima telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional masyarakat Indonesia, terutama di daerah Madura, Luwu Timur, Baubau, dan Bima. Beberapa penyakit yang dapat diobati dengan delima di antaranya sariawan, demam, cacingan, hipertensi, dan batuk dengan bagian tumbuhan yang sering digunakan adalah buah dan biji. Penelitian-penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa delima memiliki aktivitas antibakteri mulut sehingga dapat menjaga kesehatan mulut dan memiliki potensi sebagai obat antikanker. Penggalian informasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai kemanfaatan delima dan mendorong masyarakat untuk ikut melestarikannya melalui upaya budidaya.