Mochammad Firdaus Aliffudin
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keanekaragaman herpetofauna di kawasan taman nasional bromo tengger semeru (TNBTS) Kabupaten Lumajang Jawa Timur Ahmad Nauval Arroyyan; Meilinda Rodhiya Idrus; Mochammad Firdaus Aliffudin
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15862

Abstract

Penelitian dilakukan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. TNBTS merupakan salah satu kawasan konservasi dengan keanekaragaman hayati yang melimpah, baik dari flora maupun fauna. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman dan kemerataan jenis herpetofauna yang ada di beberapa Resort TNBTS, dikarenakan kurangnya eksplorasi mengenai herpetofauna di beberapa wilayah Kawasan TNBTS. Herpetofauna merupakan kelompok hewan melata yang terdiri dari 2 kelas berbeda, yaitu Reptil dan Amfibi. Meskipun berbeda kelas namun mereka memiliki kesamaan habitat yaitu berhabitat di daerah lembab dan dekat dengan air. Herpetofauna memiliki peran yang sangat penting di dalam suatu ekosistem yaitu sebagai penyusun rantai makanan bahkan beberapa di antaranya dapat dijadikan bioindikator kerusakan habitatnya. Lokasi penelitian berada di Ranu Darungam, Ranu Pani dan Ranu Regulo, Blok Ireng-Ireng. Metode yang digunakan adalah Visual Encounter Survey (VES) yang dikombinasikan dengan metode transek dengan 2 tipe habitat yaitu akuatik dan terestrial. Pengamatan pada habitat akuatik dilakukan sepanjang jalur mengikuti aliran sungai sepanjang 300 m, sedangkan pada habitat terestrial dilakukan di sepanjang jalan setapak di sekitar aliran sungai sepanjang 1 km. Pengamatan dilakukan pada pukul 19.00-22.00 WIB. Hasil analisis indeks keanekaragaman di Ranu Pani dan Ranu Regulo termasuk rendah 0,64. Sedangkan di Ranu Darungan (1,96) dan Blok Ireng-Ireng (1,81) termasuk sedang. Indeks kemerataan jenis dan indeks dominansi cenderung stabil.