Pamungkas Rizki Ferdian
Research Center for Biology, Indonesian Institute of Sciences

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Minireview: Lendir keong darat Indonesia sebagai sediaan nutricosmeceutical: peluang dan tantangan Pamungkas Rizki Ferdian
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15900

Abstract

Sediaan nutricosmeceutical menjadi salah satu komoditas sumber daya hayati yang saat ini sedang berkembang dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Komoditas ini diprediksi akan tumbuh sebesar 5,0% compound annual growth rate (CAGR) pada rentang tahun 2017-2025 atau sekitar USD 7,93 miliar atau sekitar Rp112,67 triliun. Lendir keong darat saat ini menjadi salah satu komoditas nutricosmeceutical yang digunakan industri kecantikan dan kesehatan kulit karena khasiatnya sebagai antimikrobial, antijerawat, pelembab kulit, membantu meregenerasi sel kulit, peremajaan kulit, dan sebagainya. Lendir keong yang sudah banyak digunakan adalah dari spesies Lisachatina fulica, Hemiplecta spp. dan Helix aspersa karena sudah didukung oleh banyak penelitian dan informasi ilmiah. Indonesia sebagai negara megabiodiversity memiliki keberagaman keong darat yang tinggi, contohnya di Taman Nasional Gunung Ciremai, Jawa Barat ditemukan 48 spesies, di Sumatera tercatat 280 spesies dan di Jawa tercatat 205 spesies, termasuk spesies L. fulica dan beberapa spesies dari marga (genus) Elaphroconcha dan Hemiplecta. Penelitian untuk mengungkap senyawa aktif pada marga Elaphroconcha dan Hemiplecta menjadi peluang dan tantangan riset yang menarik.