This Author published in this journals
All Journal agriTECH
A. Hintono
Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro, Kampus Tembalang, Jl. Prof. Sudharto, S.H., Tembalang, Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : agriTECH

Pengaruh Protein Telur dan Zat Besi Terhadap Aktivitas Anti-Bakteri Oksitetrasiklin yang Dipanaskan A. Hintono; M. Astuti; H. Wuryastuti; Endang S. Rahayu
agriTECH Vol 27, No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.686 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9487

Abstract

Egg protein (ovalbumin, conalbumin and phosvitin) and iron were added to oxytetracycline solution heated at 70°C and 80°C for 20 minutes. After heating, the antibacterial activities of oxytetracycline at 70°C for 20 minutes and retarded on the decrease of antibacterial activity of heated oxytetracycline 80°C for 20 minutes, where as iron contributed on the loss of antibacterial activity of the heated oxytetracycline. Cobalbumin and phosvitin reduced the ability of iron to lose the antibacterial activity of oxytertracycline, however iron decreased antibacterial activity of oxytetracycline heated with egg protein significantly (p>0.05).ABSTRAKProtein telur (albumin, konalbumin dan fosvitin) dan zat besi ditambahkan pada larutan oksitetrasiklin yang kemudian dipanaskan pada suhu 70°C dan 80°C selama 20 menit. Setelah pemanasan, aktivitas anti-bakteri oksitetrasiklin diuji. Hasil menunjukkan bahwa protein telur dapat mempertahankan aktivitas anti-bakteri oksitetrasiklin yang dipanaskan 70°C selama 20 menit dan menghambat penurunan aktivitas anti-bakteri oksitetrasiklin yang dipanaskan 80°C selama 20 menti, sedangkan zat besi dapat menghilangkan aktivitas anti-bakteri oksitetrasiklin yang dipanaskan. Konalbumin dan fosvidin dapat mengurangi kemampuan zat besi dalam menghilangkan aktivitas anti-bakteri oksitetrasiklin, namun demikian zat besi secara nyata menurunkan aktivitas anti-bakteri oksitetrasiklin yang dipanaskan bersama-sama protein telur (p>0,05)