This Author published in this journals
All Journal agriTECH
Sri Wahyuni
Jurusan Teknik Kimia, Universitas Syiah Kuala Jl. Syech Abdur Rauf 7, Darussalam, Banda Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : agriTECH

Metode Ekstraksi Pelarut Berbantuan Ultrasonik untuk Recovery Minyak dari Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Muhammad Dani Supardan; Teku M. Asnawi; Yulia Putri; Sri Wahyuni
agriTECH Vol 31, No 4 (2011)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.595 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9645

Abstract

In this study, application of ultrasound-assisted solvent extraction for recovery of oil from palm oil mill effluent (POME)was studied. Extraction conditions such as volume ratio of POME to solvent, extraction time and type of solvent were investigated. Extraction was carried out at room temperature with total volume (POME and solvent) of 300 ml. The experimental results showed that ultrasound-assisted extraction provided higher yield than without ultrasound using mechanical stirring. The highest oil yield of 0.265 % obtained at ultrasound-assisted extraction condition of volume ratio of POME to solvent 5:1, extraction time of 60 minutes using n-hexane as solvent. The highest oil yield and carotene concentration were obtained by n-hexane. Meanwhile, there was no significant differenece of carotene concentration obtained from ultrasound-assisted and without ultrasound-assisted extraction.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mempelajari metode ekstraksi pelarut berbantuan ultrasonik untuk recovery minyak dari limbahcair pabrik kelapa sawit. Ekstraksi dilakukan pada temperatur kamar dengan menggunakan volum total campuran (limbah dan pelarut) sebanyak 300 ml. Variabel penelitian yang digunakan adalah rasio volum limbah terhadap pelarut (1:1; 2:1; 4:1; dan 5:1), waktu ekstraksi (30, 60, 90 dan 120 menit), dan jenis pelarut (n-heksan dan petroleum eter). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi berbantuan ultrasonik menghasilkan rendemen minyak yang lebih besar dibandingkan ekstraksi tanpa bantuan ultrasonik dengan menggunakan pengadukan mekanik. Rendemen minyak tertinggi sebesar 0,265 % diperoleh pada proses ekstraksi berbantuan ultrasonik dengan rasio volum limbah terhadap pelarut 5:1, waktu ekstraksi 90 menit dengan menggunakan pelarut n-heksan. Rendemen minyak dan konsentrasi karoten yang lebih tinggi diperoleh pada ekstraksi menggunakan pelarut n-heksan. Metode ekstraksi pelarut berbantuan ultrasonik dan tanpa bantuan ultrasonik memberikan perbedaan yang tidak signifikan terhadap konsentrasi karoten yang terdapat dalam minyak yang telah direcovery.