Ema Mulyawati
Departemen Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pasak fabricated FRC dan restorasi resin komposit pada insisivus sentral maksila karies sekunder dengan pulpa nekrosis Sartika Putri Utami; Ema Mulyawati
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.244 KB) | DOI: 10.22146/mkgk.31988

Abstract

Karies sekunder dapat mengiritasi pulpa sehingga menyebabkan pulpa nekrosis bahkan hingga menyebabkan kelainan pada jaringan periapikal. Perawatan saluran akar (PSA) merupakan pilihan perawatan untuk menangani hal ini sebelum gigi direstorasi. Gigi anterior maksila pasca PSA membutuhkan restorasi dengan tingkat estetika yang tinggi dan juga membutuhkan retensi intrakanal yang dapat mendukung restorasi estetis. Pasak fabricated fiber-reinforced composite (FRC) adalah pilihan material yang dapat memenuhi kriteria tersebut. Penulisan ini bertujuan untuk melaporkan kasus PSA dengan restorasi resin komposit kavitas kelas IV dengan pasak fabricated FRC pada gigi insisivus sentral kiri maksila karies sekunder dengan nekrosis pulpa disertai lesi periapikal. Pasien perempuan berusia 22 tahun datang dengan keluhan ingin mengganti tumpatan gigi depan kiri atas yang sudah berubah warna. Gigi pernah sakit spontan 1 tahun yang lalu. Pemeriksaan radiograf menunjukkan adanya tumpatan pada permukaan mesial gigi dengan area radiolusen sepanjang margin tumpatan yang terletak dekat pulpa dengan area radiolusen berbatas difus di daerah periapikal. Perawatan saluran akar dan evaluasi satu minggu sesudahnya dilakukan sebelum dilakukan restorasi akhir berupa restorasi resin komposit kelas IV dengan pasak fabricated fiber-reinforced composite. Seleksi kasus yang tepat merupakan kunci keberhasilan suatu perawatan. Pasak fabricated FRC dengan restorasi resin komposit kavitas kelas IV merupakan pilihan yang tepat pada kasus ini untuk menangani gigi insisivus sentral maksila yang memiliki saluran akar lebar dan kehilangan jaringan keras gigi yang lebih sedikit. ABSTRACT: Fabricated FRC post with composite resin restoration on secondary caries and underlying necrose pulp of maxillary central incisor. Secondary caries can irritate the pulp, causing the pulp to necrose and even to cause abnormalities in the periapical tissue. Root canal treatment is the treatment of choice to deal with this before the tooth is restored. Maxillary anterior teeth after root canal treatment requires restoration results with a high aesthetic level and al so requires the intracanal retention that can support aesthetically restoration result. Fabricated fiber-reinforced composite (FRC) post is material that suits. To report a case of root canal treatment with class IV cavity composite resin restorations with fabricated FRC post in secondary caries with pulp necrosis with periapical lesion of left maxillary central incisor. Twenty two year-old female patient came to replace the upper left anterior tooth discolored filling. Spontaneous tooth pain 1 year ago was also reported. Radiographs showed the fillings at the mesial surface of the tooth with a radiolucent area along the fillings' margin located near the pulp with a diffuse margin radiolucent area in the periapical region. Root canal treatment and evaluation a week after that performed before cavity class IV composite resin restorations with fabricated FRC post as final restoration had done. Proper case selection is the success key of a treatment. Fabricated FRC post with composite resin restorations class IV cavity are an appropriate management option in this case to deal with maxillary central incisor which has a wide root canals and less of dental hard tissue loss. 
Perawatan saluran akar pada gigi parulis dengan restorasi resin komposit diperkuat pita fiber Yunnie Adisetyani; Ema Mulyawati
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.537 KB) | DOI: 10.22146/mkgk.33760

Abstract

Parulis disebut juga dengan gumboil merupakan lesi oral yang ditandai dengan erythematous papule lunak (red spot), merupakan titik fistula drainase dari abses periapikal ke dalam rongga mulut. Parulis dapat disembuhkan dengan melakukan perawatan saluran akar yang adekuat. Perawatan saluran akar sebisa mungkin dapat menghilangkan bakteri dari saluran akar dengan menciptakan lingkungan di mana organisme tidak dapat berkembang, untuk mencapai kondisi tersebut maka perlu menganut prinsip Triad Endodontik. Untuk menunjang keberhasilan perawatan saluran akar, diperlukan suatu restorasi yang adekuat. Restorasi akhir yang digunakan pada kasus ini adalah tumpatan resin komposit dengan penguat pita fiber (Fiber Reinforced Composite). Tujuan laporan kasus ini untuk melaporkan perawatan saluran akar pada molar satu kanan mandibula nekrosis pulpa disertai parulis dengan restorasi resin komposit kavitas kelas II dengan penguat pita fiber. Seorang pasien perempuan berusia 23 tahun datang dengan keluhan sakit pada gigi geraham belakang kanan bawah disertai pembengkakan pada gusi disekitar gigi tersebut sejak 7 hari yang lalu. Pembengkakan sering hilang timbul sejak 4 bulan terakhir. Pada Kasus ini dilakukan PSA dilanjutkan restorasi resin komposit diperkuat pita fiber, berhasil dilakukan pada kasus karies profunda dengan nekrosis pulpa disertai lesi bifurkasi dan periapikal. Keberhasilan perawatan dipengaruhi oleh prosedur perawatan saluran akar dan restorasi yang benar, ditandai dengan tidak adanya keluhan serta menghilangnya jaringan parulis.ABSTRACT: Root canal treatment on the tooth with parulis followed by fiber reinforced resin composite restoration. Parulis is also called a gumboil is an oral lesion characterized by a soft erythematous papule (red spot), where a fistula from a periapical abscess is draining into the oral cavity. Parulis can be cured with adequate root canal treatment. Root canal treatment as much as possible can remove bacteria from the root canal to create an environment in which the organisms can not develop, to achieve these conditions it is necessary adhere to the principle Triad Endodontics. To support the success of root canal treatment, required an adequate restoration. Final restoration which used in this case is restoration resin composite with reinforcing fiber ribbon (Fiber Reinforced Composite). The purpose of this case report is to report on the root canal treatment with composite resin restorations direct onlay class II cavities with reinforcing fiber ribbon on the right mandibular molar pulp necrosis accompanied parulis. A 23-year-old female patient came with complaints of pain in the lower right rear molars accompanied by swelling of the gums around the teeth since 7 days ago. Swelling often intermittent since last 4 months. These case do root canal treatment and followed by fiber reinforced resin composite restoration, successfully performed on profunda caries with necrosis pulpa with bifurcation lesion and periapical. The success of dental care is affected by the right procedures of root canal treatment and restoration, marked by the absence of complaints as well as the disappearance of parulis.
Perawatan Saluran Akar Satu Kunjungan pada Nekrosis Pulpa Disertai Mahkota Porselin Fusi Metal dengan Pasak Fiber (terhadap Gigi Insisivus Pertama dan Kedua) Joko Purnomo; Ema Mulyawati
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 18, No 1 (2011): August
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6533.801 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.16484

Abstract

Perawatan saluran akar satu kunjungan dapat memperkeeH risiko kontaminasi bakteri dan mikroorganisme serta menghemat waktu perawatan. Restorasi gigi insisivus maksila pasea perawatan saluran akar harus mempertimbangkan sisa jaringan keras yang masih ada. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk untuk menginformasikan hasil restorasi gigi 21 dan gigi 22 yang nekrosis pulpa paska perawatan saluran akar satu kunjungan. Pasien perempuan 18 tahun datang ke klinik Konservasi Gigi RSGM FKG UGM ingin merawat gigi depan atas yang berlubang dan warnanya hitam. Berdasarkan pemeriksaan subyektif, obyektif dan radiografis diperoleh diagnosis gigi 21 dan gigi 22 nekrosis pulpa disertai lesi periapikal. Dilakukan perawatan saluran akar satu kunjungan, paska perawatan saluran akar gigi 21 dan gigi 22 direstorasi mahkotajaket porselin dengan pasak fiber. Hasil evaluasi klinis saat kontrol tidak ada keluhan rasa sakit gigi, warna gigi serasi dengan gigi tetangga dan pasien merasa puas.
Mineral Trioxide Aggregate sebagai Penutup Perforasi Akar Lateral Premolar Mandibula Disertai Restorasi Onlei Resin Komposit Nanda Kusumastuti; Ema Mulyawati
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 18, No 1 (2011): August
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4437.734 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.16487

Abstract

Latar belakang. Kegagalan memperoleh arah preparasi saluran akar yang lurus merupakan salah satu penyebab utama perforasi akar lateral. Pemakaian mineral trioxide aggregate (MTA) pada penutupan perforasi akar lateral memberikan kerapatan yang lebih baik dibandingkan bahan yang lain. Tujuan. Penulisan laporan ini untuk melaporkan penutupan perforasi akar lateral menggunakan MTA pada perawatan saluran akar gigi premolar dua kanan mandibula nekrosis pulpa dilanjutkan restorasi onlei resin komposit sehingga !ungsi gigi dapat tereapai kembali. Kasus dan penanganan. Pasien laki-Iaki berusia 35 tahun datang ke klinik Konservasi RSGM Prof. Soedomo dengan keluhan ingin melanjutkan perawatan gigi belakang kanan bawahnya yang pernah dirawat di dokter gigi sebelumnya tetapi tidak selesai. Pada pemeriksaan CE negati!, perkusi positi!, palpasi dan mobilitas negati!. Gambaran radiogra! terlihat adanya area radiolusen pada 1/3 akar lateral bagian mesial. Diagnosis gigi 45 adalah karies profunda dengan nekrosis pulpa disertai perforasi akar lateral. Preparasi saluran akar dilakukan dengan teknik crown down menggunakan protaper hand use. MTA setebal 3 mm ditempatkan dalam saluran akar yang mengalami perforasi akar lateral dan selanjutnya saluran akar diobturasi dengan teknik single cone. Tiga bulan setelah penutupan perforasi akar lateral, pasien tidak ada keluhan serta pada pemeriksaan perkusi, palpasi dan mobilitas negati! kemudian dilanjutkan dengan restorasi onlei resin komposit. Kesimpulan. Kasus premolar dua kanan mandibula yang mengalami perforasi akar lateral dapat disembuhkan dengan penggunaan MTA sebagai bahan penutup perforasi. Evaluasi pasea pengaplikasian MTA dilakukan pada bulan ke-3 menunjukkan hasil yang eukup memuaskan dengan ditandai daerah radiolusensi yang mengeeil pada daerah perforasi.