Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakterisasi Stabilitas Termal Kaolin Tatakan Kalimantan Selatan Muhammad Saukani; Izzatus Sholehah; Saifullah Arief; Sadang Husein
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24604682.v16i1.4756

Abstract

Karakterisasi stabilitas termal kaolin Tatakan Kalimatan Selatan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh termal yang diberikan kepada lempung kaolin untuk penggunaannya sebagai bahan dasar geopolimer. Lempung kaolin yang telah dipreparasi, dikarakterisasi dengan FTIR, DSC-TGA, dan XRD. Hasil analisis DSC-TGA menunjukkan peristiwa predehidroksilasi terjadi pada suhu 50-120°C, dehidroksilasi terjadi rentang 430 - 650°C dan keadaan paling stabil teramati pada suhu 700°-900°C. Suhu kalsinasi pada lempung kaolin diberikan pada suhu 650°C, 750°C, dan 850°C dengan waktu tahan 1, 3, dan 5 jam, lempung kalsinasi selanjutnya dikarakterisasi FTIR dan XRD. Hasil FTIR menunjukkan untuk seluruh perlakukan termal telah terbentuk metakaolin yang ditandai hilangnya puncak karakteristik kaolin bilangan gelombang 3600 cm-1 dan 1600 cm-1. Perlakuan termaldengan suhu 750 ̊ C dengan waktu tahan 3 jam yang menunjukkan bahwa fasa amorf paling banyak terbentuk yang ditandai dengan terlihatnya penurunan prosentase transmintansi semakin tinggi. Hasil analisis qualitatif dari pola XRD hanya menunjukkan fasa quartz sedangkan fasa kaolinit tidak ditemukan. Hasil ini menunjukkan koherensi dengan hasil FTIR. Perlakuan termal terhadap kaolin tatakan untuk menghasilkan metakaolin reaktif sebagai aplikasi geopolimer dikalsinasi dengan suhu 750°C selama 3 jam.
Integrasi Analisis Reliability Dan Availability Dalam Penentuan Interval Perawatan Optimal Excavator Faisal Rahman; Firda Herlina; Ice Trianiza; Saifullah Arief
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 14 No 1 (2026): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v14i1.3017

Abstract

Effective maintenance is an essential factor in ensuring the reliability and availability of equipment, especially for heavy equipment that operates intensively. This study aims to optimize the maintenance interval of excavator units by considering the value of reliability against time, to obtain a balance between reducing the risk of failure and maximizing operational availability. Historical data of time between failures (TBF) and time to repair (TTR) were collected from a PC 200 excavator unit operating in a coal mine in South Kalimantan from January 2024 to June 2025. Initial analysis was carried out using a Pareto diagram to identify critical systems, followed by failure mode and effect analysis (FMEA) to determine repair priorities. TBF and TTR modeling were tested with four probability distributions (Normal, Lognormal, Weibull, and Exponential) using the Anderson–Darling goodness-of-fit test, with the result that both data follow a Lognormal distribution. Distribution parameters were used to calculate mean time between failures (MTBF), mean time to repair (MTTR), the reliability function R(t), and availability. The results show an increase in availability from 96.15% to 96.59% after implementing the selected distribution, as well as a decrease in MTTR from 11.21 hours to 9.92 hours. Analysis of the relationship between reliability and availability resulted in an optimal maintenance interval in the range of 230–245 hours, when reliability remains above 90% and availability is around 96%.