Kegiatan kelautan sangat berpengaruh pada perubahan cuaca dan keadaan laut. Analisa cuaca menggunakan satelit sangat penting untuk melihat dinamika atmosfer dalam skala global, regional, maupun lokal karena memiliki resolusi spasial temporal yang tinggi. Salah satu aplikasi yang bisa kita gunakan dalam menganalisa citra satelit yaitu Aplikasi SATAID (Satellite Animation and Interactive Diagnosis). Kajian ini membahas tentang pemanfaatan SATAID untuk analisis kondisi atmosfer dengan Contoh kasus kejadian kapal tenggelam KM sakinah tanggal 16 mei 2012 pukul 16.00UTC di perairan Kuala Tanjung. Data yang digunakan yaitu SATAID, satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM), sinoptik, serta angin dan tinggi gelombang pada tanggal 16 Mei 2012. Hasilnya menunjukkan bahwa SATAID sangat bermanfaat untuk menganalisa kondisi cuaca di wilayah perairan. Suhu puncak awan.. disekitar lokasi kejadian mencapai -78OC pada saat kejadian sehingga diperkirakan terdapat awan Cumulusnimbus (CB). Parameter Vortisitas Potensial dan Showalter stability menunjukkan bahwa kondisi atmosfer di sekitar lokasi kejadian labil sehingga sangat berpeluang terjadinya hujan disertai badai Guntur dan angin kencang. Awan hujan terpantau sudah meliputi sekitar lokasi kejadian saat 15.00 UTC dan mecapai fase matang saat 16.00 UTC. Data Satelit TRMM dan data pengamatan di Pantai belawan menunjukkan bahwa kondisi cuaca saat saat kejadian (16.00 UTC) terjadi hujan sedang disertai thunderstorm.