Aula merupakan ruangan yang multifungsi dapat digunakan untuk berbagai kegiatan mahasiswa di kampus,aula pada kampus Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon ditempatkan pada lantai tertinggi bangunan sehingga terik matahari akan terpapar terlebih dahulu pada lantai atas gedung kampus, kondisi ini akan mempengaruhi perolehan panas pada ruangan tersebut. Salah satu faktor penting yang memengaruhi produktivitas dan agar sebuah ruangan dapat digunakan dengan nyaman adalah Kenyamanan Termal. Faktor kenyamanan termal yang diukur dalam penelitian adalah faktor lingkungan yaitu, suhu udara, kecepatan angin, dan kelembaban udara. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi faktor lingkungan tersebut dan dampaknya terhadap kenyamanan termal berdasarkan kriteria kenyamanan menurut SNI 03- 6572 2001. Metode kuantitatif dekritif menjadi metode dalam penelitian ini, dengan mengukur variabel penelitian di lapangan selama dua (2) hari. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan kisaran kenyamanan termal menurut SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi termal ruangan umumnya tidak memenuhi standar SNI. Suhu udara rata-rata berada pada kisaran 31,10°C, lebih tinggi dari batas maksimum kenyamanan. Kelembaban udara terukur berada pada kisaran 60–75%, melebihi standar kenyamanan yang dianjurkan. Rata-ratakecepatan angin pada sebagian besar waktu pengukuran adalah 0,01 m/s, menunjukkan aliran udara yang kurang optimal untuk memberikan efek pendinginan. Analisis menyimpulkan bahwa suhu udara merupakan faktor yang paling dominan menyebabkan ketidaknyamanan, diikuti oleh kelembaban udara, sementara kecepatan angin berperan sebagai faktor pendukung yang dapat meningkatkan kenyamanan apabila dioptimalkan.Secara keseluruhan, kondisi termal ruangandikategorikan tidak nyaman berdasarkan SNI 03-6572 2001. Kenyamanan dapat dilakukan melalui peningkatan ventilasi alami, penggunaan kipas atau sistem ventilasi mekanis dan pengurangan beban panas ruangan.