Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENANGANAN JEMBATAN CISOMANG RUAS TOL CIKAMPEK-PADALARANG: PEMBELAJARAN PENANGANAN JEMBATAN AKIBAT PERGERAKAN TANAH CLAY SHALE Iwan Zarkasi; Herry Irpanni; Herdianto Arifien
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v4i1.2846.%p

Abstract

Abstract This paper presents an overview of the handling of Cisomang Bridge, which is part of the Cikampek-Padalarang Toll Road, at KM 100 + 700. This bridge was damaged by the movement of clay shale soil, which causes deformation of the P2 pillar. Efforts to stop the movement are performed through two stages, namely initial handling, including Grouting and Struting, and structural handling, which includes Bored Pile and Ground Anchor, Connection Beam, and Jacketing. After the bridge repair, the measurement and monitoring survey results indicate no significant movement on the bridge pillar. Keywords: bridge damage, soil movement, pillar deformation, bridge repair  Abstrak Makalah ini menyajikan overview penanganan Jembatan Cisomang, yang merupakan bagian ruas Jalan Tol Cikampek-Padalarang, pada KM 100 + 700. Jembatan ini mengalami kerusakan akibat adanya pergerakan tanah clay shale, yang menyebabkan terjadinya deformasi pada pilar P2. Upaya penghentian pergerakan dilakukan melalui dua tahap, yaitu penanganan awal, meliputi Grouting dan Struting, serta penanganan stuktural, yang meliputi Bored Pile dan Ground Anchor, Connection Beam, dan Jacketing. Setelah dilakukan perbaikan jembatan, hasil survei pengukuran dan pemantauan mengindikasikan tidak terjadinya pergerakan yang signifikan pada pilar jembatan. Kata-kata kunci: kerusakan jembatan, pergerakan tanah, deformasi pilar, perbaikan jembatan
MODE-SHAPE JEMBATAN CABLE STAYED SUNGAI DAREH Ariono Dhanisworo Indra Budhi; Herdianto Arifin; Iwan Zarkasi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i1.3731.15-28

Abstract

Abtract The Dareh River Bridge is a harp type cable stayed bridge with one symmetrical pylon. From the loading test it is known that the deflection in the middle of the span of the bridge is 55 mm, in the quarter span is 30 mm, and in three quarters the span is 32 mm. While the reverse deflection in the middle span is 27 mm, in a quarter span 20 mm, and in three quarters 23 mm span. These values are not significantly different from the value of the output given by the RM Bridge software, which is 56 mm in the middle span. After the model is matched, the Eigenvalue of RM Bridge is found, for the shape mode or half-span bending pattern, quarter-bending span, and torque. Then, these values are compared with the shape mode of the test results in the field, which for half the bending span produces a frequency of 1.18 Hz, a quarter of the bending span produces a frequency of 1.88 Hz, and a torque of 3.77 Hz, and the results are quite close. During the loading test, there was an explosion in the cable anchor area when the test load showed 240 tons, so the test was stopped at this point. This value is checked through the cable stress from the analysis of RM Bridge, and apparently there is no excessive stress, because the cable stress is only 262 MPa. Similarly, when loaded with the potential regional earthquake loads, the stress only increases to up to 313 MPa, which is still smaller than 0.45 fpu. Keywords: bridge, cable stayed, bridge deflection, reverse deflection, shape mode  Abstrak Jembatan Sungai Dareh adalah jembatan cable stayed tipe harp dengan satu pilon simetris. Dari hasil pengu-jian pembebanan diketahui bahwa lendutan di tengah bentang jembatan adalah 55 mm, di seperempat bentang adalah 30 mm, dan di tiga perempat bentang adalah 32 mm. Sedangkan lawan lendut di tengah bentang adalah 27 mm, di seperempat bentang 20 mm, dan di tiga perempat bentang 23 mm. Nilai-nilai ini tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan nilai hasil keluaran perangkat lunak RM Bridge, yaitu 56 mm di tengah bentang. Setelah model dicocokkan, dicari Nilai Eigen dari RM Bridge, untuk mode shape atau pola setengah bentang bending, seperempat bentang bending, dan torsi. Kemudian nilai-nilai ini dibandingkan dengan mode shape hasil pengujian di lapangan, yang mana untuk setengah bentang bending menghasilkan frekuensi 1,18 Hz, seperempat bentang bending menghasilkan frekuensi 1,88 Hz, dan torsi 3,77 Hz, dan hasilnya cukup mendekati. Pada pengujian terjadi suara ledakan di area angkur kabel saat beban pengujian menunjukkan 240 ton, sehingga pengujian dihentikan pada angka 240 ton tersebut. Nilai ini diperiksa melalui tegangan kabel hasil analisis RM Bridge, dan ternyata tidak terjadi tegangan yang berlebihan, karena tegangan kabel hanya 262 MPa. Demikian pula bila dibebani dengan gempa yang ada di wilayah tersebut, tegangan hanya meningkat menjadi 313 MPa, yang masih lebih kecil daripada 0,45 fpu. Kata-kata kunci: jembatan, cable stayed, lendutan jembatan, lawan lendut, mode shape
AKUISISI DATA VIBRASI UJI DINAMIK JEMBATAN Anton Husen Purboyo; Iwan Zarkasi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v7i2.5053.79-96

Abstract

Abstract Assessment of bridge performance is a primary indicator which could be used in prioritizing bridge main-tenance programs. The dynamic loading test on the bridge is one of the tools that can be used in assessing the performance of the bridge. This dynamic loading test offers convenience and speed as well as accuracy regarding the integrity of the bridge structure and has been commonly used in the operation of the Bridge Monitoring System. This study examines the standard method of implementing the dynamic test vibration data acquisition of the bridge before it is used in interpreting the behavior of the bridge structure. The results indicate that the filtering process must be applied in accelerometer data collection, because the filtering process can remove both frequencies smaller than 1 Hz and noise obtained from accelerometer readings. In addition, the behavior of the first integration shows the same tendency as the initial hypothesis, while the behavior of the second integration does not match the initial hypothesis proposed. Keywords: bridge performance; dynamic loading test; bridge structural integrity; bridge monitoring system; dynamic test vibration data. Abstrak Penilaian kinerja jembatan menjadi indikator utama yang dapat digunakan dalam penyusunan prioritas program pemeliharaan jembatan. Pengujian pembebanan dinamik pada jembatan merupakan salah satu alat yang dapat digunakan dalam menilai kinerja jembatan tersebut. Pengujian pembebanan dinamik ini menawarkan kemu-dahan dan kecepatan serta akurasi mengenai integritas struktur jembatan dan telah biasa digunakan dalam penyelenggaraan Sistem Monitoring Jembatan. Pada studi ini dikaji metode baku pelaksanaan akuisisi data vibrasi uji dinamik jembatan sebelum digunakan dalam melakukan interpretasi terhadap perilaku struktur jembatan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa proses filtering harus diterapkan dalam pengambilan data accelerometer, karena proses filtering tersebut dapat membuang frekuensi yang lebih kecil dari 1 Hz dan noise yang didapat dari hasil pembacaan accelerometer. Selain itu, perilaku integrasi pertama menunjukkan kecen-derungan yang sama dengan hipotesis awal, sedangkan perilaku integrasi kedua tidak sesuai dengan hipotesis awal yang diajukan. Kata-kata kunci: kinerja jembatan; pengujian pembebanan dinamik; integritas struktur jembatan; sistem mo-nitoring jembatan; data vibrasi uji dinamik.
KONTROL GEOMETRI MELALUI PENYETELAN KABEL PADA JEMBATAN BERUJI KABEL Anton Husen Purboyo; Iwan Zarkasi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.5560.39-58

Abstract

Abstract Geometry control is an important activity in the implementation of the stagging construction of bridges, including the construction of a cable-tested bridge. Compliance with the minimum requirements of bridge design criteria must be considered at every stage. This is intended to ensure that construction failures do not occur during the construction period until the operational stage. In this study, an analytical method is proposed that can be used to determine the magnitude of the initial pretension on the stayed cable, which can give results that reflect the effectiveness of the cable support force, as a function of the sine of the angle between the stayed cable and the bridge deck. The method is based on the approach of multiple span beams. The multi span beam approach is then used in the backward analysis scheme at an early phase to obtain the displacement, internal forces, and stresses targets of the bridge structural elements at each stage of construction. The application of the multi span beam approach offers convenience in the calculation process, which does not require an iteration process and does not depend on the features of the software used, making it easier the designer of cable stayed bridges to optimize the model of cable stayed bridges by cable tuning in each stayed cable. Keywords: geometry control; bridge; cable stayed bridge; multi span beam Abstrak Kontrol geometri merupakan suatu kegiatan yang penting pada pelaksanaan konstruksi bertahap suatu jembatan, termasuk pada pembangunan jembatan beruji kabel. Pemenuhan terhadap persyaratan minimum perancangan jembatan harus diperhatikan pada setiap tahapannya. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin tidak terjadinya kegagalan konstruksi selama masa konstruksi hingga pada tahap operasionalnya. Pada studi ini diusulkan metode analisis yang dapat digunakan untuk menentukan besarnya pemberian gaya tarikan awal pada ruji kabel, yang dapat memberi hasil yang mencerminkan efektivitas gaya tumpu kabel, sebagai fungsi sinus sudut antara ruji kabel dan dek jembatan. Metode tersebut didasarkan pada pendekatan mengenai balok bentang jamak. Pendekatan balok bentang jamak tersebut selanjutnya digunakan pada skema analisis ke belakang pada tahap awal untuk mendapatkan target perpindahan, gaya dalam, dan tegangan elemen struktur jembatan di setiap tahap konstruksi. Aplikasi pendekatan balok bentang jamak menawarkan kemudahan dalam proses perhitungannya, yang mana tidak diperlukan adanya proses iterasi dan tidak bergantung pada fitur perangkat-perangkat lunak yang dipakai, sehingga memudahkan perancang jembatan beruji kabel untuk dapat lebih leluasa melakukan optimasi terhadap model struktur jembatan beruji kabel melalui penyetelan masing-masing ruji kabel. Kata-kata kunci: kontrol geometri; jembatan; jembatan beruji kabel; balok bentang jamak