A F Hidayatullah
UIN Walisongo Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Truth dan Post-truth dalam Perspektif Al-Kindi pada Era Milenial Cika Anugrah Septiyadi; Zahrotul Khafifah; Adesilvi Saisatul K; A F Hidayatullah
Intelektualita Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v9i2.4523

Abstract

Umumnya manusia memiliki keinginan untuk mencari tentang kebenaran dan memiliki pengetahuan yang luas. Internet yang dahulunya dianggap sebagaisalah satu media untuk mencari sumber informasi yang akurat, sekarang telah menjadi sumber berita yang kurang akurat. Sehingga perlu adanya filterisasi dalam mengkonsumsi berita yang ada di internet. Beredarnya berita hoaks tidak luput dari perilaku manusia yang menganggap bahwa pendapatnya adalah hal yang paling benar. Penyebaran berita hoaks tidak dapat dibendung karena kurangnya kesadaran dari manusia di era sekarang, mayoritas pengguna media sosial di era sekarang tidak memiliki landasan beretika dalam menggunakan hak untuk berpendapatnya dengan baik yang akan mengakibatkan sebuah kebohongan (hoaks). Ketika manusia memberikan pendapat tanpa memikirkan kebenaran atas apa yang telah ia sampaikan dan pendapat itu mendapatkan kepercayaan dari banyak orang maka akan menjadi sebuah pendapat yang dibenarkan atau post-truth.
Paradigma Kesatuan Ilmu Sebagai Basis Pendidikan Karakter Irda Dwi Fibriani; Vivi Adis Suryani; Yessi Meithasari; A F Hidayatullah
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol 15 No 2 (2020): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pedagogik.v15i2.1692

Abstract

Islamisasi ilmu adalah proses memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam ilmu yang telah bercampur dengan filsafat barat yang selama ini dikenal bahwa filsafat barat sangat bertentangan dengan Islam. Oleh karena itu ilmu keislaman sangat dibutuhkan untuk dapat menjaga eksistensi pendidikan Islam. Dua tokoh yang muncul dalam gerakan Islamisasi adalah Al-Attas dan Al-Faruqi. Menurut mereka pendidikan yang ada memiliki dua sistem pendidikan yaitu yang pertama sistem pendidikan Islam dan yang kedua adalah sistem pendidikan sekuler. Adanya sistem pendidikan sekuler menyebabkan pendidikan dengan nilai-nilai agama yang minim dan pemisahan agama dari sains. Upaya yang dilakukan untuk mengislamkan sains adalah dengan mengintegrasikan keduanya. Sehingga nantinya akan mampu menampilkan wajah baru yaitu ilmu ala Islam yang akan menjadi ciri khas pendidikan Islam. Adanya ciri-ciri tersebut akan menunjukkan bahwa Islam mampu mengembangkan ilmu pengetahuan tanpa perlu mereduksi nilai-nilai yang dikandungnya yang nantinya akan mampu menciptakan sistem pendidikan yang kuat secara material dan spiritual. Sistem pendidikan yang demikian akan mampu melahirkan generasi-generasi berkarakter yang mampu mengimbangi sains dan Islam. Generasi berkualitas intelektual yang masih berpegang pada nilai-nilai moral agama.