Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Islamisasi dan Arkeologi Islam di Susupu Jailolo Muhammad Fadhly; Jamain Warwefubun
Intizar Vol 25 No 1 (2019): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v25i1.3188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses islamisasi dan arkeologi Islam di Susupu Jailolo Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang bertumpu pada empat langkah yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi dengan menggunakan pendekatan arkeologi. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa islamisasi di Susupu dilakukan oleh pedagang Arab dan Kesultanan Ternate. Sedangkan jejak arkeologi Islam yang ditemukan adalah masjid diantaranya masjid di Saroang dan Masjid Raya An-Nur, juga ditemukan makam yaitu Kubu Gila, Kubu Podo, dan Kalem Abdul Jalil.
Sejarah dan Arsitektur Islam Sigi Heku di Kota Ternate Jamain Warwefubun
Jurnal Tamaddun Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v11i1.13724

Abstract

This study aims to determine the history of Sigi Heku and Islamic architecture in the city of Ternate, Nort Maluku Province. The research method used is the historical method which relies on four steps, namely: heuristics, criticism, interpretation and historiography. The result showed that Sigi means mosque and Heku means haka, hako, by kolano or Sultan. Sigi Heku was formed in 1304 by the fifth Sultan og Kumala Ngara Malamo Sirajul Mulki Amirul Muminin Maulana Iskandar Kaicil Muhammad Abdullah Bin Khadir Syah at the current Kadaton Fowaro Madiahi (Foramadiahi). Sigi Heku was first buil ini 1690 by the 33rd Sultan Sirajul Mulki Amirul Mu’minin Maulana Iskandar Amiruddin Julkarnain Syah, 12 soa (surname) located ini Siko “Al-Awwabin” means the Sigi Heku was built at the beginning. This Sultanate mosque has a very distinctive architecture. Unique. Unlike today’s mosque wjich have domes. This mosque is inthe form of a pyramid with 6 steps, has a gate, the firstentrance, and is four square in shape, with seven layers.
Sejarah dan Perkembangan Pendidikan Menengah Atas Muhammadiyah Kota Tual Jamain Warwefubun
Al-Tadabbur Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v9i1.1121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sejarah dan perkembangan pendidikan Menengah Atas Muhammadiyah Kota Tual. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Menengah Atas Muhammadiyah Tual pada awalnya mengalami kendala berkaitan dengan tenaga pendidik(sebagian pengurus) yang tidak memiliki background  ke Muhammadiyah sehingga berdampak pada kerja-kerja lembaga pada masa awal. Problem lain berkaitan dengan kurangnya tenaga pendidikan dan sarana prasarana yang di miliki oleh lembaga pendidikan menengah tersebut. Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah dengan keterbatasan yang dimiliki tetap melaksanakan proses belajar menggunakan gedung yang terbatas dan selalu berpindah lokasi. Namun Sekolah Menengah Muhammadiyah saat ini sudah memiliki lahan serta bangunan tersendiri guna menunjang proses belajar mengajar (PBM). Keberadaan Sekolah Menengah Muhammadiyah tidak hanya diketahui oleh masyarakat di Kota Tual, namun diketahui masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru, sehingga masyarakat memilih menyekolahkan anak-anak untuk menempuh pendidikan menengah di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Kota Tual. Sejak awal berdiri hingga sekarang Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah juga menerima siswa/siswa yang beragama Kristen yang mendaftar secara langsung maupun yang pindahan hingga sekarang.