Muhammaddin Muhammaddin
Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam IAIN Raden Fatah Palembang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA Muhammaddin Muhammaddin
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i1.464

Abstract

Secara naluri, manusia mengakui kekuatan dalam kehidupan ini di luar dirinya. Ini dapat dilihat ketika manusia mengalami kesulitan hidup, musibah dan berbagai bencana. Ia mengeluh dan minta pertolongan kepada sesuatu yang serba maha, yang dapat membebaskannya dari keadaan itu. Ini dialami oleh setiap manusia. Naluriah ini membuktikan bahwa manusia perlu beragama dan membutuhkan Tuhannya. Untuk itu manusia diperintahkan mengagungkan dan mensucikan-Nya.
MANHAJ SALAFIYAH Muhammaddin Muhammaddin
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i2.473

Abstract

Manhaj adalah ath-thariqah atau jalan yang ditempuh para sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dalam memahami agama Allah. Sedangkan salaf  adalah para sahabat, tabi’in dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan setia. Para pengikut mazhab salaf tidak merekayasa sesuatupun dihadapan kaum muslimin tentang urusan agama. Dan hal ini berbeda dengan dengan kelompok lain , terdapat ketidak-jelasan dan terkadang berjalan bersama kaum Rafidhah dan terkadang bersama kaum Atheis.  Al-sunnah menurut faham salaf  adalah kesesuaian dengan al-Qur’an, sedangkan Sunnah Rasulullah saw  serta para sahabatnya adalah sama, baik  dalam masalah aqidah maupun ibadah, lawannya adalah bid’ah.
SIKAP ULAMA SALAF TERHADAP AHLUL BID’AH Muhammaddin Muhammaddin
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i2.493

Abstract

Sebenar- benar ucapan adalah kitabullah, sebaik- baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan seburuk- buruk perkara adalah sesuatu yang diada- adakan. Maka setiap sesuatu yang diada- adakan adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan di dalam neraka.Meluasnya beragam penyimpangan di kalangan kaum muslimin, disebabkan tersebarnya paham- paham dan buku- buku ahlul bid’ah. Beragam buku yang berisi banyak kesesatan tersebut telah membawa kaum muslimin ke dalam banyak penyimpangan dalam masalah aqidah, ibadah dan aspek- aspek keberagamaan mereka. Untuk melindungi kaum muslimin, para ulama salaf bersikap membantah para ahlul bid’ah dan mengingatkan umat dari keracunan pemikiran ahlul bid’ah tersebut. Di dalam tulisan ini menyajikan beragam pendapat ulama salaf terhadap pemikiran ahlul bid’ah dan buku- buku mereka.