Sri Aliyah
Fakultas Ushuluddin Dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ULUL ALBAB DALAM TAFSIR FI ZHILALI AL-QURAN Sri Aliyah
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i1.465

Abstract

Uulul Albaab dalam Al-Quran ada 16 ayat, para intelektual muslim memahami, memberikan definisi dan karakteristik أُولُو الْأَلْبَابِ secara berbeda-beda. sebab diterjemahkan “orang-orang yang berakal” saja masih belum sepenuhnya tepat. Kata uulu berarti orang yang mempunyai, sedang kata albaab adalah jamak dari kata lubb yang berarti intisari yang dapat digunakan untuk menyebut akal, hati (cita rasa), dan lain-lain. Sedangkan Sayyid Qutb adalah salah seorang ulama terkemuka di kalangan Ikhwan al-Muslimin yang fenomenal dan tokoh pergerakan yang pernah hadir memberikan warna tafsir yang berada di jamannya. Karena dari segi metodologi Sayyid Qutb mencoba untuk mempresentasikan tafsirnya itu sebagai petunjuk dan manhaj kehidupan bagi manusia dengan menggunakan pendekatan bahasa perenungan dan pemikiran, dan dengan metode tashwir yaitu suatu gaya penghampiran yang berusaha menampilkan pesan Al-Quran sebagai gambaran pesan yang hadir, yang hidup dan konkrit sehingga dapat menimbulkan pemahaman “aktual” bagi pembacanya dan memberinya dorongan yang kuat untuk berbuat. Oleh karena keunggulan inilah, kajian terhadap penafsiran Sayyid Qutb tentang uulul albaab menjadi sangat menarik. 
KAEDAH-KAEDAH TAFSIR FI ZHILAALI AL-QURAN Sri Aliyah
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v14i2.468

Abstract

Meski tidak dipungkiri bahwa al-Quran telah diturunkan sejak berabad-abad lamanya di zaman Rasulullah Saw dan menggambarkan tentang kejadian masa itu dan sebelumnya sebagaimana yang terkandung dalam Qashash al-Quran, namun ajaran-ajaran yang dikandung dalam al-Quran adalah ajaran yang relevan yang dapat diterapkan di segala tempat dan zaman. Maka, tak salah jika kejadian-kejadian masa turunnya al-Quran adalah dianggap sebagai perjalanan sejarah umat manusia pada fase berikutnya. Dan tidak heran jika penafsiran-penafsiran yang telah diusahakan oleh ulama klasik perlu disesuaikan kembali dalam masa sekarang. Berangkat dari itu, Sayyid Qutb mencoba membuat terobosan terbaru dalam menafsirkan al-Quran yang berangkat dari realita masyarakat dan kemudian meluruskan apa yang dianggap tidak benar yang terjadi dalam realita tersebut.
HAKIKAT JIHAD Sri Aliyah
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i1.478

Abstract

Tema jihad dalam Islam merupakan salah satu tema besar  yang sangat  penting dan memiliki pengaruh kuat dalam menjaga sendi-sendi ajaran Islam. Jihad merupakan puncak tataran Islam dan para pelakunya akan menempati tingkatan yang paling tinggi di surga. Tanpa jihad, keagungan risalah Islam hanya akan mengalami gerhana; sinarnya ada namun tidak pernah sampai kebumi.  Akan tetapi, ternyata masih banyak orang yang keliru dalam memahami perkara jihad ini, dan mendudukannya bukan pada tempat yang semestinya.Makna jihad menjadi tereduksi sedemikian sempit, seolah-olah jihad hanya soal perang dan invasi militer. Padahal,  meski kedudukan qital dalam jihad teramat agung, namun jihad tidak hanya tentang qital (berperang). 
TEORI PEMAHAMAN ILMU MUKHTALIF HADITS Sri Aliyah
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i2.491

Abstract

Ilmu Mukhtalif Hadits ialah ilmu yang membahas hadits-hadits yang secara lahiriyahnya tampak bertentangan, untuk kemudian dapat menghilangkan pertentangan tersebut atau untuk dapat menemukan pengkompromiannya. Sebagaimana pembahasan tentang hadits-hadits yang sulit memahami atau menggambarkannya, untuk kemudian dihilangkan kesulitan-kesulitan itu serta menjelaskan hakikat pemahamannya.
UMMIYAT ARAB DAN UMMIYAT NABI Sri Aliyah
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 16 No 1 (2015): (Juni 2015)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v16i1.499

Abstract

Muhammad is the “ummi” prophet. The ummi can be translated as illiteracy but the word ummi itself contains plural meaning in Alquran. The word refers not only to the prophet but also to the Arab people. Therefore, the word contains two meaning   namely illiteracy and non-people of the book. Indeed, Muhammad is illiterate prophet proving that Al Alquran is authentic word of Allah. Historically most of the arab people at the time of prophecy are literate peoples.  If the world ummi translated only as illiteracy thus it is on the contrary with the historical fact. 
BUKTI KEBENARAN AL-QURAN Sri Aliyah
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 16 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v16i2.511

Abstract

Al Quran is the greatest miracles of Muhammad SAW as the direction of humankind in order to reach eternal happiness. Scientific evidences show that Al Quran has the truth massages, although it was released far before the finding of modern sciences. The researches continue to study the truth of Al Quran an it revealed the historical fact.