Yusniar Idris
Fakutas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERGAULAN BEBAS DAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI KECAMATAN KUTA RAJA BANDA ACEH Yusniar Idris; Rahmania -
Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan masa transisi dari anak menjadi dewasa, yang disertai oleh perubahan secara fisik dan psikis. Perkembangan remaja memiliki salah satu ciri khas yaitu mudah terpengaruh oleh teman lingkungan seperti teman sebaya. Pertemanan yang kadang tanpa batasan menyebabkan mereka terjerat pada pergaulan bebas. Pergaulan bebas pada remaja ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya perilaku seksual. Hal ini dapat dijadikan landasan dalam menunjukkan adanya hubungan antara pergaulan bebas dengan perilaku seksual remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pergaukan bebas dengan perilaku seksual remaja di Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh yang berjumlah 174 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan nomogram Harry King, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sehingga jumlah sampel 105 orang yang terdiri dari  55 remaja laki-laki dan 50 remaja perempuan. Pengambilan data menggunakan skala pergaulan bebas dan skala perilaku seksual remaja.Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode analisis korelasi. Hasil analisis data pada penelitian ini didapat nilai r sebesar 0,508 dan signifikasi P = 0,000 (P 0,01) artinya hipotesis yang diajukan oleh peneliti diterima dengan hasil adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara pergaulan bebas dengan perilaku seksual remaja. Pergaulan bebas merupakan salah satu variable yang memberikan sumbangan relative terhadap perilaku seksual remaja yaitu sebesar 25,8% sedangkan 74,2% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa semakin tinggi pergaulan bebas yang dilakukan oleh rmaja semakin tinggi pula perilaku seksual remaja tersebut. Begitu juga sebaliknya semakin rendah pergaulan bebas yang dilakukan oleh remaja maka semakin rendah pula perilaku seksual remaja tersebut. Kata kunci : Remaja, Pergaulan Bebas dan Perilaku Seksual. 
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA INTI TERHADAP KESEPIAN PADA LANSIA UPTD RUMOH SEUJAHTRA GEUNASEH SAYANG ULEE KARENG BANDA ACEH Yusniar Idris; Noni Apriana
Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan sosial keluarga inti adalah suatu dorongan atau bantuan nyata seperti kenyamanan dan perhatian yang diberikan oleh orang-orang di sekitar individu. Kesepian adalah reaksi dari ketiadaan jenis-jenis tertentu dari suatu hubungan yang bermakna dengan orang lain. Begitu juga dengan fenomena yang dialami oleh lansia yang tinggal dip anti jompo, dimana semakin sedikitnya dukungan social keluarga inti yang mereka dapatkan maka semakin tinggi pula tingkat kesepian yang mereka alami, sehingga adanya pengaruh dukungan social keluarga inti terhadap kesepian pada lansia. Penelitian ini bertujuan untukmelihat pengaruh dukungan social keluarga inti terhadap kesepian pada lansia.Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh yang berjumlah 70 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 orang, yang diambil dari 70 orang jumlah keseluruhan populasi dengan menggunakan teknik probability sampling. Penelitian ini menggunakan analisis data metode analisa regresi, serta pengambilan data menggunakan skala dukungan sosial keluarga inti dan skala kesepian. Hasil analisis data didapatkan koefisien regresi (R) sebesar 0,747 yaitu berarti dukungan social memiliki hubungan dengan kesepian secara signifikan dengan sumbangan relative sebesar 0,558 artinya sebesar 55,8% kesepian dipengaruhi oleh dukungan social, sedangkan 44,2%nya dipengaruhi oleh faktor lain seperti usia, status perkawinan, gender, status ekonomi, pengaruh budaya, pengalaman dan lingkungan.Kata kunci: Dukungan Sosial Keluarga Inti, kesepian dan Lansia.