T. Dicky Hastjarjo
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MENGINTEGRASIKAN PSIKOLOGI: PELUANG ATAU MIMPI? T. Dicky Hastjarjo
Buletin Psikologi Vol 16, No 1 (2008)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.564 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7492

Abstract

“How can institutional psychology be taken seriously when psychologists themselves disagree over fundamental issues such as how to define or investigate the discipline’s core subject matter” (Yanchar, 2000, h. 248).
Rancangan Eksperimen Acak T. Dicky Hastjarjo
Buletin Psikologi Vol 22, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.929 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11455

Abstract

Rancangan eksperimen oleh McGuigan(1987) secara umum diartikan sebagaipenerapan metode ilmiah yang diawalidengan merumuskan permasalahan, dilan-jutkan dengan merumuskan hipotesis,menyeleksi partisipan, menempatkan par-tisipan ke kelompok eksperimen dankontrol, menentukan variabel independendan dependen, mengendalikan variabelluar yang relevan, melakukan analisa sta-tistik, membuat generalisasi dan penje-lasan hipotesis jika terkonfirmasi, sertadiakhiri dengan memprediksi terhadapsituasi baru lewat replikasi.
PERAN LABORATORIUM DALAM MEMPELAJARI PERILAKU MANUSIA T. Dicky Hastjarjo
Buletin Psikologi Vol 17, No 2 (2009)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.214 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11487

Abstract

Psikologi 1 menetapkan Wilhelm Wundt sebagai pendiri (Hilgard, 1987; Santrock, 2005). Istimewanya, kelahiran psikologi tidak ditandai oleh tanggal lahir pendiri (1832), tempat lahir pendiri atau buku yang ditulis pendiri (Grundzuge der Physiologishen Psychologie terbitan 1874) tetapi sebuah laboratorium di Leipzig (Benyamin, 2000). Hilgard (1987), sejara‐wan psikologi berkebangsaan Amerika Serikat, memberi julukan Wilhelm Wundt sebagai pendiri psikologi sebagai sebuah ilmu pengetahuan laboratorium. Wundt mengawinkan filsafat dengan fisiologi dan jadilah psikologi sebagai ilmu yang mem‐pelajari mental (mind)/kesadaran dengan memakai metode eksperimen sebagai metode fisiologi/ilmu alam, sehingga pada masa lalu istilah psikologi eksperimen dengan psikologi fisiologi dapat saling dipertukarkan (Hilgard, 1987)
KAUSALITAS MENURUT TRADISI DONALD CAMPBELL T. Dicky Hastjarjo
Buletin Psikologi Vol 19, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.027 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11542

Abstract

Menjelaskan kausalitas (hubungan sebab‐akibat/efek) masih menjadi salah satu topik utama psikologi, terutama dalam metode eksperimen meskipun sejumlah orang keliru sudah mengumumkan berita lelayu bahwa “causation is dead” (Shadish, 1995, h. 68). Hastjarjo (2010) telah membuat uraian singkat sejarah perkembangan tra‐disi penelitian dalam seting lapangan yang dirintis oleh Donald Campbell, yakni eksperimen‐kuasi. Gagasan eksperimen‐kuasi pertama kali dikemukakan dalam tulisan Campbell di jurnal Psychological Bulletin (1957) yang berjudul Factors Rele‐vant to the Validity of Experiments in Social Setting. Dalam tulisan 1957 itu rancangan eksperimen‐kuasi masih dinamakan ran‐cangan kompromi (compromise design).
MELURUSKAN KONSEP KONDISIONING OPERAN T. Dicky Hastjarjo
Buletin Psikologi Vol 19, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.38 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11546

Abstract

Istilah kondisioning operan (operant Emeldah & Hastjarjo (2009) memberikan conditioning) yang dikembangkan oleh B. F. daftar istilah dari 4 buku teks introduksi Skinner merupakan salah satu konsep inti psikologi kepada 21 dosen pengampu (core concept) dalam penulisan buku teks matakuliah Psikologi Umum dari Fakultas introduksi psikologi/pengantar psikologi Psikologi di Yogyakarta dan Solo serta (Boneau, 1990; Griggs, Bujak‐Johnson, & meminta para dosen memberikan penilaian Proctor, 2004; Nairn, Ellard, Scialfa, & dari nilai 5 merupakan pertanda bahwa satu istilah adalah “sangat penting” dan Miller, 2003). Boneau (1990) menemukan menunjukkan “istilah yang harus dapat bahwa istilah kondisioning operan terma‐dijelaskan dengan benar oleh mahasiswa suk kedalam top seratus konsep dengan pengikut psikologi umum” sampai nilai 1 mendapatkan rerata nilai rating 5 yang yang berarti “tidak penting” dan menun‐berarti “sangat penting” yang dijabarkan jukkan “istilah yang terlalu tinggi bahkan sebagai pernyataan “semua sarjana psiko‐untuk mahasiswa psikologi tingkat sarja‐logi harus mampu menjelaskan dengan na”. Rahayu dkk menemukan bahwa istilah baik istilah itu”. Griggs, Bujak‐Johnson & operant conditioning (kondisioning operan) Proctor (2004), dengan mengkaji daftar dan istilah punishment (hukuman) menda‐istilah (glossary) 44 buku teks introduksi psikologi, menemukan hal yang serupa pat rerata nilai 4,27, istilah positive reinfor‐yakni istilah kondisioning operan dimuat cement mendapat rerata nilai 3,93, istilah diseluruh 44 buku teks tersebut. Buskist, omission training (pelatihan omisi) menda‐Miller, Ecott & Crithfield (1999) mengkaji pat rerata nilai 2,13. Dosen pengampu sembilan buku teks introduksi psikologi Psikologi Umum di Yogyakarta dan Solo terbitan 1995‐1997 dan meminta pengarang rupanya lebih menilai pentingnya mahasis‐buku teks tersebut untuk menilai relevan wa menjelaskan dengan benar soal hukum‐tidaknya istilah dalam bab belajar, khusus‐an daripada reinforsemen positif, bahkan pelatihan omisi. nya yang berkaitan dengan kondisioning operan.
Validitas Eksperimen T. Dicky Hastjarjo
Buletin Psikologi Vol 19, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.251 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.11558

Abstract

Pengertian 1 validitas (validity) telah ki-ta kenal lewat tulisan Hadi (1977), Masrun(1979), Azwar (1997) serta Suryabrata(2000). Pengertian validitas pada keempattulisan tersebut mengacu pada pengertianyang dihasilkan oleh komisi gabunganantara APA (American Psychological Asso-ciation), AERA (American EducationalResearch Association) dan the NationalCouncil on Measurement Used in Educationyang membagi tiga macam validitas, yakni(a) Validitas isi (content validity), (b)Validitas konstruk (construct validity) serta(c) Validitas berdasarkan kriterium (crite-rion-related validity) (Kerlinger, 1986;Kerlinger & Lee, 2000). Ketiga macamvaliditas tadi berkaitan dengan masalahpengukuran (measurement) yang inti po-koknya menyangkut sejauhmana sebuahalat ukur psikologis dapat dipercayamengukur apa yang seharusnya diukur(Suryabrata, 2000). Uraian berikut akanmembahas validitas dalam bidang lain,yaitu validitas eksperimen.