Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan antara Harga Diri dan Body Image dengan Online Self-Presentation pada Pengguna Instagram Lalu Arman Rozika; Neila Ramdhani
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.65 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.36941

Abstract

This research departs from the results of previous studies in the field ofcyberspace, which shows differences in one's behavior when in the world of the internetand in the real world. The Internet has now become the most widely used communicationtool. The purpose of this study is to see what psychological factors that affect a personwhen behaving in the internet world. Subjects in this study were 389 users of Instagramusers who filled out the research questionnaire online. Measuring tool in this research is aself-esteem scale, body image scale, and self-presentation online scale. While the analysismethod used is Multiple Linear Regression Analysis. The results showed that there is apositive relationship between self-esteem and body image with online self-presentation.Self-esteem and body image can predict self-presentation online with a significance levelof p <0.05. Effective contribution of self esteem and body image variable to self-presentation online variable is 3.8%.
Emosi Moral dan Empati pada Pelaku Perundungan-siber Neila Ramdhani
Jurnal Psikologi Vol 43, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.392 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.12955

Abstract

Ragam dan frekuensi tindakan yang masuk dalam kategori perundungan-siber semakin meningkat akhir-akhir ini. Setiap pengguna Internet dapat dengan mudah mempublikasikan emosi dan pikirannya di Internet, termasuk di dalamnya emosi negatif yang ditujukan untuk menyakiti orang lain. Penelitian ini menguji pengaruh emosi moral di dalam hubungan empati dengan perilaku perundung-siber. Emosi moral yang diuji adalah malu, bersalah, bangga, dan besar-hati sedangkan empati meliputi kognitif dan afektif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini berasal dari 382 orang, 174 siswa SLTA dan 208 mahasiswa, 103 perempuan sedangkan sisanya laki-laki. Semua responsden menjawab pertanyaan Skala Emosi Moral, Skala Empati, dan Skala Perundungan-siber. Setelah dilakukan analisis regresi diperoleh hasil bahwa semua dimensi empati dan emosi moral berkorelasi dengan perundungan-siber. Uji mediasi membuktikan bahwa malu, rasa berdosa, dan bangga hubristic merupakan pemediasi hubungan empati, baik kognitif maupun afektif, dengan perundungan-siber. Rasa bangga autentik hanya memediasi antara empati kognitif dengan perundungan-siber. Artikel ini juga membahas lebih lanjut peran keempat dimensi emosi moral dalam membedakan hubungan kecenderungan perundungan-siber.
Keterampilan Sosial Menjaga Kesejahteraan Psikologis Pengguna Internet Indah Nugraini; Neila Ramdhani
Jurnal Psikologi Vol 43, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.436 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.22139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran keterampilan sosial dalam memediasi hubungan antara penggunaan internet berlebihan dengan kesejahteraan psikologis remaja. Partisipan penelitian ini adalah 206 remaja berusia 16-24 tahun (87 laki-laki, 119 perempuan). Skala Adiksi Internet, Skala Keterampilan Sosial, dan Skala Kesejahteraan Psikologis digunakan untuk mengukur ketiga variabel penelitian sudah memenuhi standar psikometri. Dengan prosedur pengujian variabel mediator, analisis regresi menunjukkan bahwa penggunaan internet berlebihan merupakan prediktor bagi kesejahteraan psikologis (b = -0,1774; p < 0,05) maupun keterampilan sosial (b = -0,314; p < 0,01). Peran penggunaan internet berlebihan ini menurun bahkan mendekati nol ketika regresi kesejahteraan psikologis dilakukan dengan mengikutsertakan keterampilan sosial. Penggunaan internet berlebihan memrediksi rendahnya kesejahteraan psikologis pada individu yang kurang terampil sosial. Dengan demikian disimpulkan bahwa keterampilan sosial merupakan variabel mediator dari hubungan penggunaan internet berlebihan dengan kesejahteraan psikologis.