This Author published in this journals
All Journal Jurnal Populasi
Mujanja Ssenyong
Mbale University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUATING THE PERFORMANCE OF STATE INVOLVEMENT IN CREDIT PROVISION: THE CASE OF FARM CREDIT PROGRAM IN INDONESIA Mujanja Ssenyong
Populasi Vol 15, No 1 (2004): Juni
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.624 KB) | DOI: 10.22146/jp.11889

Abstract

Artikel ini mengevaluasi kontribusi program kredit pertanian di Indonesia. Kontribusi positif program kredit pertanian antara lain dapat dilihat dari peningkatan basil pertanian yang disebabkan naiknya produktivitas, penggunaan mesin, pembangunan sarana danprasarana, dan penggunaan biji-biji varietas unggul. Namun demikian, program kredit pertanian masih dibayangi biaya besar yang harus ditanggungpemerintah, yang pada prinsipnya disebabkan tingkat tunggakan yang tinggi. Selain itu untuk mewujudkan program tersebut pemerintah telah melakukan distorsi pasar kredit yang akibatnya memperlambat kemajuan jasa sektor finansial di Indonesia. Kelemahan program kredit tidak terletak semata- mata pada konsep dan landasannya, melainkan kekurangan dalam perencanaan dan saluran kredit program yang dipergunakan. Perbaikan jasa penyuluhan lapangan adalah keharusan yang mesti dilakukan, yang meliputi rancangan program kredit, cakupan, penyaluran, pengawasan, penyebaran informasi, serta cara dan ketepatan sistem penagihan .
EXAMINING THE RELATIONSHIPS BETWEEN CORRUPTION INCIDENCE, INDEBTEDNESS, AND POVERTY FROM A GLOBAL AND REGIONAL PERSPECTIVE Mujanja Ssenyong
Populasi Vol 16, No 1 (2005): Juni
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.946 KB) | DOI: 10.22146/jp.11894

Abstract

Artikel ini mencoba melihat hubungan antara korupsi, utang, dan kemiskinan berdasarkan data subregional dan global. Dengan menggunakan analisis korelasi, ditemukan adanya korelasi negatif yang signifikan dan kuat antara korupsi dan prevalensi kemiskinan. Tingkat korupsi suatu negara, seperti yang dinyatakan dalam Corruption Perception Index (CPI), berkaitan dengan kesejahteraan sosial negara ituyang diwakili oleh Human Development Index. Negara berkembang yang miskin cenderung lebih tinggi tingkat korupsinya dibandingkan dengan negara industri yang kaya. Berdasarkan data Asia Pasifik, jelas tampak hubungan yang negatif antara kemiskinan dengan korupsi. Korelasi yang negatif ini juga tampak dalam hubungan antara korupsi dengan pertumbuhan ekonomi. Tingkat utang luar negeri suatu negara menunjukkan hubungan yang positif dengan tingkat kemiskinan, sedangkan tingkat utang berkorelasi negatif dengan korupsi. Namun, investasi langsungpihak asing akan mengurangi kemiskinan karena kedua variabel itu berkorelasi negatif. Pemberantasan korupsi seharusnya mempertinggi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan efektivitas penggunaan utang luar negeri, yang akhirnya dapat mengurangi tingkat kemiskinan.