This Author published in this journals
All Journal Jurnal Populasi
Muhadjir Darwin
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membangun Relasi Digital antara Orang Tua Siswa dengan Sekolah dalam Penanganan Tawuran Pelajar di Yogyakarta Muhadjir Darwin; Henny Ekawati; Fadlan Habib
Populasi Vol 25, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.989 KB) | DOI: 10.22146/jp.36201

Abstract

Tawuran antarpelajar yang menjurus pada tindakan kriminalitas (klithih) sedang marak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kondisi ini tidak terlepas dari melemahnya peran keluarga dan sekolah dalam pola pengasuhan anak. Tindakan negatif dalam bentuk aksi klithih merupakan perwujudan dari pencarian jati diri yang tidak tepat karena tindakan tersebut semata-mata mengedepankan kontrol diri yang lemah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,6 persen masyarakat Yogyakarta menyatakan kekerasan kelompok, terutama aksi klithih, meningkat dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Penyebab utamanya adalah lemahnya peran orang tua dalam pengasuhan (65,7 persen), salah pergaulan (52,5 persen), dan lemahnya peran sekolah (36,2 persen). Upaya yang harus dilakukan dalam penanganan masalah tawuran pelajar adalah adanya sinergi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua, di antaranya dengan meningkatkan komunikasi yang baik antara keduanya dalam pembinaan dan pengawasan pelajar, terutama model komunikasi personal dengan sentuhan teknologi informasi.  Student brawls that lead to criminal activities called klithih (a Javanese term for violence among teenage students) is currently rampant in Yogyakarta Special Region (DIY). This condition is related to the weakening role of families and schools in nurturing the students. The negative action, klithih, is a manifestation of improper identity searching because it demonstrates a lack of self-control. The research showed that 65.6% of the community of Yogyakarta were agreed that group violence especially klithih had increased in the last year, and the main cause was the weakening role of parents (65.7%), wrong association (52.5%) and schools (36.2 %). Therefore, efforts must be made to create a good synergy between the schools and parents in handling student brawls. One of the efforts is improving good communication between the two parties in coaching and supervising teenage students, especially through a model of personal communication involving information technology.
Perilaku Strategi Coping Pelaku Tambak Udang dalam Merespons Kebijakan Penataan Pemanfaatan Tanah Kesultanan Kuncoro Cahyo Aji; Muhadjir Darwin; Kwartarini Wahyu Yuniarti; Nurhasan Ismail
Populasi Vol 25, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.516 KB) | DOI: 10.22146/jp.36206

Abstract

Kebijakan penataan pemanfaatan tanah kesultanan untuk tambak udang di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta telah menimbulkan bentuk strategi coping sebagai respons masyarakat yang berbeda-beda. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi mengenai strategi coping petambak udang yang berbeda-beda dalam merespons kebijakan penataan tanah kasultanan. Hasil penelitian ini diketahui bahwa 1) terdapat bentuk strategi coping yang dilakukan para petambak udang dalam merespons kebijakan penataan pemanfaatan tanah kesultanan untuk tambak udang serta 2) adanya pengaruh emosi, kognisi, dan emosi dengan strategi coping para pelaku tambak udang. Strategi coping para petambak udang dalam merespons kebijakan tambak udang adalah mengkritisi keputusan pemerintah (0,914), adanya sikap menerima (0,894), penerimaan dengan terpaksa (0,849), dan evaluasi diri (0,561). Strategi coping tersebut dipengaruhi oleh persepsi negatif (0,864), perbedaan pendapat (0,851), kebingungan (0,822), ekspektasi (0,816), dan percaya diri (0,657).  The policy of arranging the utilization of cultivated land for shrimp ponds in Bantul District of Yogyakarta Special Region has resulted in the form of coping strategies as different community responses. This research is an exploratory research on shrimp farmers coping strategies that vary in response to the policy of the landscape of the Sultanate. The results of this study are as follows. 1) There are forms of coping strategy conducted by shrimp farmers in responding to the policy of arranging the utilization of the land of sultanate for shrimp ponds; 2) There are influences of emotion, cognition and emotion with the coping strategy of shrimp farmers. The coping strategy of shrimp farmers in responding to shrimp farming policy is to criticize the government’s decision (0.914), to accept the decision (0.894), to accept by forced (0.849), and to have self-evaluation (0.561). The coping strategy is influenced by negative perceptions (0.864), disagreements (0.851), confusion (0.822), expectations (0.816), and confidence (0.657).
Sinergi untuk Inovasi Muhadjir Darwin
Populasi Vol 26, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.525 KB)

Abstract

Judul: The Triple Helix: University-Industry- Government Innovation and Enterpreneurship Penulis: Henry Etzkowitz & Chunyan Zhou Penerbit: RoudledgeCetakan: Kedua, 2018 Tebal: 328 halaman