This Author published in this journals
All Journal Visual Art
Asmudjo Jono Irianto
Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10 Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

LAIN DULU, LAIN SEKARANG Fauziana, Siti Nur; Irianto, Asmudjo Jono
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Maskulinitas dan feminitas merupakan dua sifat yang berkebalikan. Dengan stereotipnya masing-masing, suatu kaum baik laki-laki maupun perempuan dapat digeneralisasi dalam berbagai kesempatan. Walaupun tidak selamanya buruk, adanya stereotip akan suatu gender kemudian banyak merugikan salah satu pihak, terutama para perempuan. Dengan label sebagai kaum yang rapuh dan tidak dapat memimpin, para perempuan tidak banyak mendapatkan kesempatan untuk dapat berkerja di sektor publik.Dalam karya tugas akhir ini penulis ingin menggambarkan sebuah kondisi dimana para perempuan diharuskan untuk dapat memiliki maskulinitas sesuai dengan nilai tradisi lama, namun juga masih tetap feminin untuk kemudian dianggap sebagai perempuan yang kompeten oleh masyarakat lewat pengolahan alat-alat pertukangan dengan material paperclay bonechina.Lewat pendekatan mengenai konsep gender, peralatan pertukangan, material bone china dan seniman-seniman referensi, dengan visual karya yang memimesis alat-alat pertukangan dengan material tersebut diharapkan dapat menggambarkan dominasi maskulin dalam masyarakat, dan bagaimana perempuan Indonesia kini harus dapat memenuhi apa yang diharapkan oleh masyarakat pada umumnya.// //
LUKA MENGANGA Cahyani, Damar Ayu; Irianto, Asmudjo Jono
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Karya Luka Menganga diwujudkan oleh penulis sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah SR 4099. Perwujudan karya dilatarbelakangi oleh intensi penulis untuk merangkum peristiwa bunuh diri yang terjadi di tempat kelahiran penulis sejak penulis kecil. Penulis turut terjebak ke dalam arus sugesti karena kuatnya negatifitas tema. Luka Menganga dibuat dengan menggunakan media keramik dan disusun menjadi instalasi demi menggambarkan proses idiosinkrasi antar subject matter di dalam karya. Karya yang dihasilkan turut memberi efek dramatis dan katarsis bagi penulis sebagai upaya pelepasan diri dari perilaku bunuh diri. Luka Menganga adalah doa yang dihaturkan bagi penulis pribadi sebagai salah satu metoda terapi kreatif.
AKU, SAYA DAN DIRIKU Foresty, Chany; Irianto, Asmudjo Jono
Visual Art Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Introversi artinya “bersifat suka memendam rasa dan pikiran sendiri dan tidak mengutarakannya kepada orang lain”. Dalam tekanan sosial, seorang introvert dapat melakukan represi emosi dan ekspresi yang berlebihan dan jika tidak disalurkan secara sehat, maka dapat terjadi kecenderungan penyakit mental yang dikenal sebagai depersonalisasi. Dengan menggunakan boneka sebagai media berekspresi dan objek simbol yang mewakili sosok ideal penulis, penulis membuat boneka-boneka sebagai manifestasi atas fantasi yang tercipta dari emosi dan perasaan yang tidak tersampaikan supaya tersalurkan dengan sehat.Kemudian manifestasi ini menggantikan penulis untuk berbicara melalui sebuah cinematic poem yang menampilkan perjalanan emosi yang dialami penulis sehingga penulis dapat mengutarakan apa yang sebenarnya dirasakannya. Karya ini menyampaikan pemikiran terpendam, keinginan, fantasi, identitas seniman dan menjadi komunikasi internal dalam diri seniman untuk tetap jujur pada diri sendiri.